Hubungan Intim Antara Gaya dan Rasa
Karena punya banyak dimensi, kegiatan hubungan intim juga bisa dinikmati dengan berbagai cara, tergantung dari sisi mana seks itu dipandang.
Pendek kata, urusan gaya bercinta seks masyarakat zaman sekarang sudah mencapai "puncak kreativitas" yang bagi sebagian orang mungkin masih dianggap tabu. Ini juga sisi lain dari pandangan masyarakat terhadap seks.
Namun, tidak semua orang bisa menerima aneka gaya di atas ranjang itu sebagai sebuah kewajaran, sekalipun dilakukan dengan istri atau suami sendiri.
"Saya tidak bisa membayangkan melakukan hubungan seks dengan menyuruh istri saya nungging seperti di film-film porno," kata Ari, seorang suami yang tak malu mengaku konservatif dalam urusan seks.
Kebetulan istrinya juga punya pandangan yang sama dalam hal seks. Sama-sama konservatif. Karena berpandangan konservatif, ia menganggap aneka posisi yang ditampilkan di film-film porno itu sebagai sebagai gaya yang "terlalu neko-neko".
Ia merasa cukup hanya dengan gaya standar, laki-laki di atas perempuan. "Gitu aja sudah enaknya bukan main, kok neko-neko," katanya sembari tersenyum.
Kalaupun melakukan variasi, hanya terbatas pada gaya tukar posisi: perempuan di atas laki-laki. Itu saja. Itu pun tidak sering dilakukan, hanya kalau merasa cara itu lebih nyaman. (INTISARI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/hubungan-intim_20161224_121050.jpg)