Perampokan Sadis
Tujuh Fakta saat Penangkapan Pelaku Pembunuhan Sadis di Pulomas
Penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana Marpaung.
POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Usai buron selama lima hari, seorang tersangka kasus perampokan dan pembunuhan keji di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Ius Pane, akhirnya dicokok polisi.
Penangkapan yang digawangi Jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polresta Depok tersebut, dilakukan di pul Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2017) pagi.
Penangkapan dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana Marpaung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengonfirmasi penangkapan Ius Pane tersebut.
"Iya benar ditangkap di Medan," ujar Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan saat dihubungi, Minggu.
Tak hanya menjambak dan menyeret Diona Arika Andra Putri, putri Dodi Triono, Ius Pane juga orang yang memiliki ide menyekap para korban di kamar mandi hingga tewas.
Berikut, fakta-fakta seputar penangkapan Ius Pane.
1. Kencing di celana
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menampilkan sosok Ius Pane ke publik.
Pelaku menekuk kepalanya. Sesekali, polisi mendongakkannya ketika wartawan ingin mengambil wajahnya.
Usai konferensi pers, genangan air tampak di tempat bekas Ius berdiri.
Seorang polisi sempat mengatakan genangan tersebut adalah bekas urine Ius.
"Iya, ngompol tadi dia," kata Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan informasi tersebut kepada wartawan.
2. Tidak ada perlawanan
Ridwan Sitorus alias Ius Pane (54), satu dari empat tersangka perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur, tidak melawan ketika diringkus kepolisian di Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ius-pane_20170102_103852.jpg)