Bocah Korban Penganiayaan Pakai Palu Sudah Berinteraksi dengan Teman Sekolah
Senyum riang dan cium tangan langsung dilakukannya ketika posbelitung.com berkunjung ke sekolah tersebut didampingi Djuminah.
Penulis: Dede Suhendar |
Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar
POSBELITUNG.COM, BELITUNG -- "Lagi main catur buk kan kawan," ujar Bunga (9) bukan nama sebenarnya, saat ditemui Kepala SD Negeri 46, Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Djuminah, Selasa (10/1/2017).
Bunga kini sudah kembali dudu di bangku kelas VI pasca kejadian kekerasan yang menimpa dirinya.
Senyum riang dan cium tangan langsung dilakukannya ketika posbelitung.com berkunjung ke sekolah tersebut didampingi Djuminah.
Bunga terlihat memakai manset tangan hitam berpadu serangam merah putih lengkap dengan kerudung putih.
Dirinya kini sudah bisa bermain bersama teman sekelasnya.
"Alhamdulillah,tidak ada perubahan sikapnya, karena kami sudah antisipasi. Jadi sewaktu masuk sekolah Senin kemarin kami sambut, langsung saya pelok, diajak ngobrol dan disambut juga dri kawan-kawan kelasnya," ujar Djuminah.
Ia mengatakan, Bunga tidak pernah absen sekolah. Karena sewaktu kejadian tersebut bertepatan saat libur semester.
Menurut cerita Djuminah, kini Bunga kembali tinggal bersama Ibu Angkatnya dan tinggal di rumah tempat dirinya mengalami kejadian kekerasan beberapa waktu lalu.
"Saya juga sudah sempat ngobrol sama ibu angkatnya kemaren. Mudah-mudahan kejadian itu ada hikmahnya buat Bunga," katanya.
Bunga merupakan korban penganiayaan adik sepupu ibu angkatnya beberapa waktu lalu.
Ia dianiaya menggunakan palu (tukul) dan tangan kosong oleh NI (32), warga Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung yang tinggal serumah dengan korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bunga_20170110_121718.jpg)