Inilah Perbedaan Pendapat Jokowi dan Jusuf Kalla Soal Kicauan SBY

Presiden Jokowi menanggapi secara lengkap dengan berikan imbauan agar masyarakat tidak menyebarkan berita bohong, budayakan sopan santun

Tayang:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/7/2014). Presiden mengundang kedua pasangan capres-cawapres beserta sejumlah petinggi negara untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama. 

"Karena semua negara juga menghadapi, tidak perlu banyak keluhan menurut saya ya," ujarnya.

Menyikapi tujuan cuitan SBY, Jokowi menganggap bawa dirinya dalam bekerja senantiasa membangun aga masyarakat senantiasa optimis.

"Kalau saya kerja itu selalu membangun sebuah optimis, selalu mendorong masyarakat itu bekerja lebih optimis ya," katanya.

Tanggapan Wapres

Sementara itu mengutip Antaranews.com Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kicauan melalui Twitter yang disampaikan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan pendapat pribadi.

"Twitter itu sifatnya pendapat pribadi. Ya silakan saja, bukan untuk sependapat atau tidak," kata Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/1/2017).

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa siapa saja boleh menyampaikan pendapat pribadinya selama tidak melanggar perundang-undangan yang ada.

Wapres mengaku tidak masalah dengan apa yang disampaikan oleh SBY tersebut.

"Tidak apa-apa, kami terima sebagai masukan," kata Wapres.

Kicauan SBY

Melalui akun twitternya @SBYudhoyono, Jumat (20/1/2017) lalu SBY menulis;

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax"berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yang lemah menang ? *SBY*".

Siapa yang dimaksud SBY sebagai si penyebar hoax, sampai saat ini belum ada klarifikasi lebih lanjut dari SBY.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menilai, kicauan SBY sudah dipikirkan matang-matang. SBY diyakini sudah memiliki sejumlah bukti sampai akhirnya mengeluarkan pernyataan itu.

"Saya kira kicauan beliau itu yang sangat singkat dan padat, sudah paripurna, sudah dipikirkan dalam-dalam dari beliau, dan tidak perlu ditafsirkan lagi," kata Roy.(*)
 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved