Kisah Mistis Mobil Sang Proklamator, Hidup Sendiri Tengah Malam dan Terdengar Orang Belanda Ngobrol
"Tengah malam lampunya suka tiba-tiba nyala. Dari dalamnya suka terdengar suara-suara orang ngobrol dalam bahasa Belanda," cerita seorang penjaga....
"Tengah malam lampunya suka tiba-tiba nyala. Dari dalamnya suka terdengar suara-suara orang ngobrol dalam bahasa Belanda," cerita seorang penjaga Gedung Joang.
Saking santernya cerita itu sampai ada yang mengirim air kembang dan kemenyan.
Tapi cerita yang bisa bikin bulu kuduk merinding itu dibantah Soebagiyanto, dari Ge- dung Joang.
"Gimana nyala sendiri, wong mesinnya saja susah hidup."
Yang jelas, katanya, banyak orang memohon tidur di dalam mobil itu. Untuk apa?
"Cari wangsit SDSB." Nomor polisinya dimistik oleh yang gila buntut. Ada-ada saja...
Special Order
Bekas mobil proklamator memang segudang. Di Istana Bogor pada 1979 lalu setahu Solichin G.P, Ketua Umum PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia), masih ada sekitar 60 unit.
Dan di Istana Merdeka Jakarta menurut sebuah sumber yang laik dipercaya, ada sekitar 30 mobil baru di bawah 1970 yang dipesan Bung Karno.
"Semua mobil itu special order," kata Solichin.
Tapi tak sempat digunakan karena Bung Karno keburu turun tahta. Sedang Bung Hatta tak punya koleksi. Cuma satu saja yang dipakai, yakni Imperial.'
Memang tak semua mobil eks Soekarno bisa didata. Ini lantaran mobil-mobil itu sudah berserakan di mana-mana.
Untungnya ada beberapa yang bisa diselamatkan.
Harta karun ini pun tak sengaja ditemukan Margono. Karyawan parbik obat Gulf ini waktu itu berkunjung ke sebuah pabrik dekat Lawang Gintung.
Debu tebal menyelimuti si mobil. Beberapa komponen bahkan sudah rontok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bung-karno_20170323_150617.jpg)