Kisah Romantis Calon Presiden Termuda, Lamar Gurunya yang Memiliki Tiga Anak Saat 17 Tahun
Untuk pertama kalinya, Ibu Negara memiliki 7 cucu dan lebih tua 25 tahun dari sang presiden. Ia juga akan menjadi ibu negara tertua, sedangkan suami..
Kisah cintanya juga menjadi cerita seru yang membuat publik terharu, karena dia menunjukkan cinta luar biasa.
Meski jauh lebih muda, Macron mencintai istrinya yang sudah tua dan menunjukkan kesetiaan hingga kini.
Pertemuan pertamanya terjadi saat Macron berusia 15 tahun.
Macron sebagai murid, dan Brigitte adalah gurunya.
"Saat berumur 17 tahun, Macron mengatakan kepada saya, 'Apa pun yang kamu lakukan, aku akan menikahi dirimu'," tutur Brigitte Trogneux.
Saat itu Macron berusia 18 tahun dan menjadi murid di sekolah swasta Jesuit di Amiens, Perancis Utara.
Saat itu, Brigitte sudah memiliki tiga anak.
Tak lama, Macron harus pindah ke Paris untuk menyelesaikan sekolah menengah.
Namun, hubungan mereka justru semakin panas, meski hanya lewat telepon.
"Kami saling menelepon hampir setiap waktu, menghabiskan waktu berjam-jam dengan telepon," cerita Brigitte mengenang asmara mereka.
Brigitte semua menolak diajak menikah dengan berbagai alasan dan memberi berbagai nasihat.
Namun, Macron pantang menyerah sebelum keinginannya tercapai.
"Sedikit demi sedikit dia mampu mengatasi penolakan saya dengan cara yang sulit dipercaya, dengan kesabaran," jelas Brigitte.
Akhirnya, pada 2007, keduanya melangsungkan pernikahan.
Selama kampanye presiden, Macron juga bangga dengan istrinya dan sering menampilkan di publik.
"Saya tak menyembunyikan istri saya. Dia di sini dalam hidup saya dan akan selalu begitu," kata Macron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pernikahan-palsu_20170418_090223.jpg)