Tanpa Demonstrasi, Ternyata Masalah Umat Muslim Ini Bisa Ditanggapi Serius Oleh Presidennya
Kisah satu ini tercatat dalam sejarah perjalanan awal umat muslim pasca zaman para Sahabat Nabi Muhammad SAW.Banyak inspirasi yang bisa dapat dari kis
Khalifah kemudian mengumpulkan semua orang-orangnya dan berkata.
"Apa yang kalian lihat, bukanlah sesuatu yang mempermalukan, dan demi Allah, Allah memuliakan Atha bin Abi Rabah dari saya karena ilmunya, dan di dalam Islam, memang seorang alim di atas seorang amir, dan memang saya memang punya hajat pribadi, maka jangan pernah ada yang merasa marah dengan Atha bin Abi Rabah, karena saya sendiri tidak marah dengan dia, dan wahai anak-anak ku dan para ajudan ku, belajar lah agama karena ilmu agama akan mengalahkan singasana-singasana para khalifah,"
Demikian satu penggal kisah Atha bin Abi Rabah yang disampaikan dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah.
Video ceramah itu diposting ke youtube 6 Mei 2017.
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, bagaimana sikap Khalifah begitu dan Atha bin Abi Rabah begitu, dan semua dengan lapang dada bisa menjaga situasi.
"Karena mereka yakin ada raja yang sebenarnya, Allah Aswaja," kata Ustadz Khalid Basalamah.
Aspirasi Masyarakat
Pada kisah yang lain, berlangsung pada masa Khalifah Hisyam bin Abdul-Malik, adik dari Sulaiman bin Abdul-Malik.
Hisyam juga meneruskan kebijakan kakaknya yakni dengan tetap menjadikan Atha bin Abi Rabah sebagai mufti di Mekkah.
Kemudian pada satu ketika, Atha bin Abi Rabah melakukan perjalanan menuju istana khalifah di Damaskus, ibukota Suriah sekarang.
Perjalanan dari Mekkah ke Damaskus dilkukan oleh Atha bin Abi Rabah dengan menunggangi keledai selama hampir satu bulan.
Hingga jelang sampai ke istana, Atha bin Abi Rabah bertemu dengan Atha’ al-Khurasani, seorang ulama dari Persia.
Kala itu, Atha’ al-Khurasani adalah seorang ulama dengan latar belakang dari anak pejabat. Sedangkan Atha bin Abi Rabah seperti yang diulas sebelumnya berlatar sebagai seorang budak.
Maka tampaklah perbedaan di antara keduanya. Atha’ al-Khurasani datang dengan kereta kencana, sementara Atha bin Abi Rabah menunggangi keledai yang pijakan kakinya terbuat dari kayu biasa.
Namun, Atha’ al-Khurasani yang melihat dan mengenali Atha bin Abi Rabah kemudian turun dari keretanya dan menghampiri Atha bin Abi Rabah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi_20170513_152701.jpg)