Tanpa Demonstrasi, Ternyata Masalah Umat Muslim Ini Bisa Ditanggapi Serius Oleh Presidennya
Kisah satu ini tercatat dalam sejarah perjalanan awal umat muslim pasca zaman para Sahabat Nabi Muhammad SAW.Banyak inspirasi yang bisa dapat dari kis
Secara struktural, hal ini sama seperti pimpinan datang ke tempat anak buahnya.
Sebab, Sulaiman adalah orang yang mengangkat dan menggaji Atha bin Abi Rabah sebagai seorang mufti.
Kemudian tibalah, Khalifah Sulaiman di tendanya Atha bin Abi Rabah.
Ketika datang, ia disambut oleh Atha bin Abi Rabah dengan pelukan dan keduanya berbalas perkataan santun layaknya adab umat muslim.
Atha bin Abi Rabah pun bertanya kepada Khalifah Sulaiman.
"Wahai Amir Mukminin, kenapa anda datang ke sini?" tanya Atha bin Abi Rabah.
Khalifah menjawab dirinya punya hajat, ada sebuah pertanyaan yang ingin disampaikan.
Lalu Atha bin Abi Rabah kembali bertanya, apakah hajat yang dimaksud oleh Khalifah itu untuk pribadi atau untuk umat Islam.
Lalu Khalifah secara jelas menyebut kedatangnya untuk hajat pribadi.
Kemudian Atha bin Abi Rabah mengatakan hal yang mengejutkan.
"Kalau begitu Amir Mukminin mohon maaf, anda keluar, antri bersama muslimin karena ada yang sudah antri sebelum anda punya hajat pribadi. Kalau itu hajat umat islam, saya akan dahulukan anda," kata Atha bin Abi Rabah.
Jelas saja, orang di sekitar Khalifah Sulaiman ini marah, tapi Sulaiman sendiri malah diam dan keluar untuk mengantre.
Dalam riwayatnya disebutkan, kalau bukan Sulaiman diam, para pengikutnya mungkin sudah mengamuk.
Kemudian meski dalam suasana sempat tegang, Atha bin Abi Rabah tetap tenang melayani para umat muslim yang sudah antre. Begitu pun saat tiba melayani sang Khalifah, Atha bin Abi Rabah tetap saja tenang seperti biasa.
Sekembalinya ke kemah, Khalifah Sulaiman sadar bahwa peristiwa yang telah terjadi akan menimbulkan masalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi_20170513_152701.jpg)