Desa Kite

Desa Buding Mewakili Belitung Timur ke Provinsi Bangka Belitung

Desa Buding sebagai desa tertua di Pulau Belitung dinilai sebagai desa yang paling berinovasi, patut menjadi contoh desa lain

Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: Rusmiadi
istimewa
Kepala Desa Buding Mardini, mendampingi kunjungan dari tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, dalam pengemasan dan pemasaran produk unggulan Desa Buding, berupa serbuk jahe dan asam kunyit. 

POSBELITUNG.COM - Desa Buding Kecamatan Kelapa Kampit mewakili Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dalam Lomba Desa 2017 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Tim Lomba Desa Provinsi Babel telah melakukan penilaian terhadap Desa Buding, pada hari Rabu (10/5) lalu.

Sasaran penilaian meliputi administrasi desa, prestasi desa, produk unggulan yang dihasilkan, kebersihan lingkungan serta partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Buding.

Desa Buding sebelumnya keluar sebagai pemenang Lomba Desa 2017 di tingkat kecamatan dan memenangkan hadiah uang sebesar Rp. 6 juta.

Selanjutnya Desa Buding kembali menang Lomba Desa 2017 mewakili Kecamatan Kelapa Kampit, di tingkat kabupaten dan mengalahkan enam kecamatan lain di Kabupaten Belitung Timur.

"Kita adakan pendekatan, selain administrasi pembukuan laporan keuangan, kita juga harus meningkatkan partisipasi masyarakat mengenai kegotong royong,  bakti sosial dan siskaming," ujar Kepala Desa Buding Mardini.

Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin yang turut hadir dalam pembukaan penilaian Lomba Desa oleh tim dari Provinsi Babel ini mengatakan, Desa Desa Buding memang patut dicontoh bagi desa lain.

"Desa Buding sebagai desa tertua di Pulau Belitung dinilai sebagai desa yang paling berinovasi. Ini dianggap perlu dicontoh oleh desa lain, mengingat sebagai wilayah ini  berpapasan dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjungpandan," unjar Burhanudin.

Tarian menghibur tamu undangan saat pembukaan penilaian Lomba Desa 2017, tingkat Provinsi Bangka Belitung, di kantor Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (10/5)
Tarian menghibur tamu undangan saat pembukaan penilaian Lomba Desa 2017, tingkat Provinsi Bangka Belitung, di kantor Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (10/5) (Pos Belitung/Ardhina Trisila Sakti)

Desa Buding merupakan desa tertua, yang dulunya dikenal dengan sebutan Ngabehi Buding Kerajaan Istana Yudha. Nama Buding diambil dari tanaman pohon rembuding yang tumbuh di perairan Sungai Buding.

Desa ini terdiri dari tiga wilayah Dusun Buding, Dusun Bukit Jaya dan Dusun Limau Manis dengan luas wilayah 21.830 hektar. Terdapat tiga dusun dan lima belas RT dengan jumlah penduduk 2.582 jiwa. 

Sekitar 50 persen penduduk Desa Buding bekerja sebagai pekerja di perkebunan milik swasta sementara sisanya bekerja sebagai pedagang, nelayan dan petani.

Jumlah realisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) 2015 sebesar Rp.77.078.819. Sementara realisasi PADes 2016 sebesar Rp. 75.066.413,-.

"Pendapatan asli daerah kita dari unit usaha jasa dan perdagangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)  dan sewa tanah desa yang disewakan Rp.15 juta per satu tahun seluas 2,4 hektar. Dana yang bersumber daya sewa tanah ini kita salurkan ke insentif honorium guru pengajar PAUD, TPA dan Kader PKK," tambah Mardini.

Pembangunan yang dilaksanakan tahun 2015 diantaranya Surau Al-Ikhlas Dusun Buding, pembangunan gudang kubursan Dusun Limau Manis, Pembangunan pagar Paud Al-Fatlul Ikhsan Dusun Limau Manis, pembangunan gudang barang desa di Dusun Limau Manis.

Selain itu, pembangunan pagar Balai Dusun Buding dan pemasangan conblok halaman kantor desa, pembangunan garasi mobil dinas, pembuatan taman Kantor Desa dan Pemeliharaan sumur bor kantor desa.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved