Breaking News:

Rizieq Shihab Ogah Pulang ke Indonesia, Kata Pengacara Begini Alasannya

Sebelumnya, Rizieq berada di Malaysia dengan tujuan menyelesaikan disertasinya di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).

POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI
Pimpinan FPI Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang digelar PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. 

Dikatakan olehnya, Komnas HAM hanya dapat melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan di Kedutaan Besar Indonesia yang berada di negara tersebut dan tidak leluasa untuk berkomunikasi.

"Sulit ya kami rasa, biasanya kami hanya akan dapat akses di kedutaan saja. Tidak bisa melakukan komunikasi lebih mendalam. Jadi, kalau bisa di Indonesia, lebih baik di sini saja," kata dia di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/5/2017)

Kata Nurkholis, Komnas HAM melihat kasus yang dilaporkan oleh pendukung ulama bukanlah kasus yang berat untuk segera ditangani oleh Komnas.

Selain itu, keterbatasan dana juga menjadi alasan bagi Komnas HAM untuk tidak meminta penjelasan dari Rizieq yang berada di luar negeri.

Sehingga, menurut Nurkholis, saat ini belum diperlukan untuk meminta penjelasan dari Rizieq terkait dengan laporan adanya kriminalisasi terhadap ulama.

"Nanti akan ada tim yang akan berkomunikasi dengan beliau melalui surat. Tim dipimpin oleh pak Natalius Pigai," jelasnya.

Tagar #RizieqPulang

Kasus penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyeret Gubernur DKI Jakarta itu ke tahanan.

Setelah kasus tersebut, muncul pertanyaan apa kabar nasib kasus penodaan agama yang juga menjerat Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab?

Seperti diketahui, Rizieq sempat minta penjadwalan ulang pemanggilan polisi atas kasus dugaan percakapan WhatsApp berkonten pornografi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved