Khamim Jalan Kaki dari Pekalongan ke Mekkah, Sang Ayah Bilang Begini
Warganet seperti meragukan bisa tidaknya manusia, berjalan kaki dengan jarak ekstrim. Tapi, ayah Khamim, memastikan bahwa kabar itu benar.
Selain itu, menurut Syaufani, ibu Khamim telah meninggal dunia sepuluh tahun lalu.
Syaufani pun menceritakan hal-hal tak mengenakkan yang dialami Khamim di jalan.
"Khamim pernah hampir dirampok sebelum meninggalkan Indonesia. Kemudian di Thailand."
"Di India orang setempat ada yang memberikan arah yang salah kepadanya, sehingga memperlambat perjalanan anak saya," jelas Syaufani.
Syaufani sendiri sebelumnya juga ragu anaknya itu akan berhasil sampai ke Mekkah.
Namun, setelah mendengar anaknya sampai ke Dubai, Syaufani kini merasa yakin berhasil.
Soal banyak warganet yang bertanya bagaimana dengan menyeberang lautan, Khamim memang menempuh sejumlah perjalanan dengan kapal.
Tentu saja, ada beberapa negara yang tak bisa dilintasi dengan jalan kaki, karena terpisah lautan.
Tercatat, Khamim hanya tiga kali naik kapal.
Diantaranya, saat menyeberang dari Merak ke Bakahuni, lalu dari Jambi ke Johor Bahru (Malaysia), kemudian Karachi (Pakistan) ke Muscat (Oman). (Aji Bramastra)
Berita ini sudah ditayangkan Tribunnews.com dengan judul Khamim Jalan Kaki Pekalongan-Mekkah, Begini Kata Sang Ayah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ayah-khamim-syaufani-solichin_20170605_110519.jpg)