Ini Caranya Jika Ingin Mendapatkan Malam Lailatul Qadar dan Ciri-ciri Orang Mendapatkannya

Ingin tahu tanda-tanda orang yang telah mendapatkan rahmat lailatul qadar? Lihat saja rangkuman di bawah ini.

Tayang:
Net
Ilustrasi 

Nah itu dia ciri-ciri orang yang mendapatkan rahmat malam lailatul qadar. Semoga kita termasuk salah satu orang diantaranya.

Beri’tikaf

Jemaah mengisi waktu dengan mengaji Al Quran saat melakukan itikaf di Mesjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (26/6/2016). Ratusan keluarga dari berbagai daerah, diantaranya Bekasi, Cikarang, Jakarta, Riau, Kalimantan, Semedang, Bandung, Depok, dan Sukabumi, mengikuti itikaf selama sepuluh hari ke depan di mesjid ini dengan memasang tenda di sekitar mesjid. Kegiatan selama itikaf yang mereka ikuti diantaranya mengikuti kajian (ceramah) bada duhur dan ashar, hapalan Al Quran, qiyamullail berjamaah 3 juz setiap malam, dan belajar tahsin Al Quran. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Jemaah mengisi waktu dengan mengaji Al Quran saat melakukan itikaf di Mesjid Raya Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (26/6/2016). Ratusan keluarga dari berbagai daerah, diantaranya Bekasi, Cikarang, Jakarta, Riau, Kalimantan, Semedang, Bandung, Depok, dan Sukabumi, mengikuti itikaf selama sepuluh hari ke depan di mesjid ini dengan memasang tenda di sekitar mesjid. Kegiatan selama itikaf yang mereka ikuti diantaranya mengikuti kajian (ceramah) bada duhur dan ashar, hapalan Al Quran, qiyamullail berjamaah 3 juz setiap malam, dan belajar tahsin Al Quran. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Inilah tradisi yang dijalani selama Ramadan, meski itu bukan tradisi tetapi memang sudah menjadi amal ibadah selama Ramadhan.

Itikaf:

"Berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi."

"Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya.

Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mutakif."

Itikaf disebutkan Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a., bahwa Rasulullah saw beri’tikaf pada sepuluh hari awal Ramadhan, kemudian dilanjutkan pada sepuluh hari pertengahan di sebuah kemah Turki, lalu Beliau mengulurkan kepalanya seraya menyeru manusia, maka orang-orang pun mendatanginya.

Lalu beliau bersabda,” Aku telah beri’tikaf sejak sepuluh hari awal bulan ini untuk mendapatkan Lailatul Qadr, kemudian sepuluh hari pertengahan.

Lalu dikatakan kepadaku bahwa Lailatul Qadar itu ada di sepuluh hari yang terakhir. Maka barangsiapa ingin beri’tikaf, I’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” Lalu orang-orang pun beri’tikaf bersama beliau. Beliau bersabda,”

Aku bermimpi melihat Lailatul Qadar pada malam ini, tetapi dibuat lupa, dimana pada pagi-pagi aku sujud di tanah yang basah. Maka carilah pada sepuluh malam terakhir dan carilah pada malam-malam yang ganjil.” Memang malam itu hujan, sehingga masjid tergenang air. Setelah selesai sholat shubuh, Rasulullah saw keluar sedangkan di kening beliau menempel tanah basah. Malam itu adalah malam ke-21 dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” ( Hadits Bukhari, Muslim- Misykat )

Warga mengisi waktu dengan membaca Alquran selepas salat duhur di Mesjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (28/5/2017). Di bulan penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus (membaca) Alquran di mesjid. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN )
Warga mengisi waktu dengan membaca Alquran selepas salat duhur di Mesjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (28/5/2017). Di bulan penuh berkah ini banyak umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk salah satunya dengan bertadarus (membaca) Alquran di mesjid. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN ) 

I’tikaf dilakukan Nabi SAW. Baginda Rasul beri’tikaf selama sebulan penuh.

Bahkan menjelang akhir hayat, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.

Karena hal inilah beliau yang amat mulia itu (I’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan), maka para ulama berpendapat bahwa I’tikaf selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah sunnah muakaddah.

Apakah Orang Bolong Puasanya Bisa Mendapatkan Malam Mulia Itu?

Sumber: Bangka Pos
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved