Ingat Ponari Si Dukun Cilik? Begini Kabarnya Sekarang
Kepada Ponari, Poppy menanyakan perihal kehidupan bocah yang terkenal memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit itu.
Poppy : "Kapan mau mulai usaha?"
Ponari : "Ya secepatnya, insyaallah tahun depan."
Poppy : "Masih ingat bagaimana mengobati pasien dulu?"
Ponari : "Kalau itu saya sudah tidak sadar."
Poppy : "Jadi kamu setiap hari tidak sadar?"
Ponari : "Iya, tidak sadar, sampai sepi itu baru sadar, kan kayak tidur itu satu tahun."
Poppy : "Apa yang kamu rasakan ketika kebanjiran pasien?"
Ponari : "Nelangsa!"
Poppy : "Mengapa?"
Hingga ayah Ponari yang dari awal tidak setuju harus rela berpisah dengan Ponari dan ibunya.
Poppy : Sekarang berapa banyak yang datang untuk berobat?
Ponari : "Kalau sekarang, jarang, kadang seminggu kadang ada."
Poppy : "Kalau dulu?"
Ponari : "Gak bisa menghitung, soalnya terlalu banyak."
Dari pengakuan Ponari, ia menjalani praktik pengobatannya sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar hingga kelas enam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ponari_20170919_211617.jpg)