Islam Menganjurkan Umatnya Mencukur Bulu Kemaluan, Ternyata Ini Manfaatnya

Islam sangat menganjurkan bagi umatnya agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan daerah kemaluan

Tayang:
Editor: Rusmiadi
ilustrasi 

وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة

Artinya

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (H.r. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i)

Jadi hendaknya sebagai muslim yang baik bisa mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam untuk mencukur atau membersihkan bulu kemaluan, serta tidak membiarkannya begitu saja lebih dari 40 hari.

Cara yang baik Membersihkan Bulu Kemaluan

Imam An- Nawawi pernah mengatakan bahwa cara yang paling tepat untuk membersihkan bulu kemaluan adalah dengan mencukurnya, terutama bagi para wanita.

Karena membersihkan bulu kemaluan dengan cara selain mencukur misalnya dengan mencabut bulu kemaluan akan dapat mengakibatkan iritasi serta kulit di daerah tersebut akan mengendur.

Di dalam upaya mencukur bulu kemaluan hal-hal yang harus selalu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Hukumnya adalah haram apabila seorang wanita mencukur bulu kemaluannya di hadapan sesama kaum wanita atau di hadapan lelaki yang bukan mahramnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi kaum pria, dimana ia tidak diperbolehkan mencukur bulu kemaluannya dihadapan sesama pria maupun di hadapan wanita yang bukan muhrimnya.

Ini berarti yang harus mencukur bulu kemaluan adalah diri sendiri atau seorang suami diperbolehkan untuk mencukur bulu kemaluan istrinya, begitu juga sebaliknya.

Apa alasannya? Alasannya adalah sangat jelas, yaitu karena kemaluan merupakan aurat yang harus selalu dijaga dari orang-orang yang tidak berhak.

Sebaiknya menggunakan alat bantu cukur (pisau cukur) yang tajam.

Sebelum mulai mencukur, ada baiknya jika merendam terlebih dahulu daerah kemaluan dengan menggunakan air hangat selama beberapa saat, untuk membuat tekstur kulit di daerah tersebut menjadi lembut sehingga memudahkan dalam proses pencukuran.

Sebaiknya melumasi daerah yang hendak dicukur dengan menggunakan sabun agar daerah tersebut tidak terlalu kesat sehingga akan menghindarkan resiko luka pada kulit.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved