Viral Postingan Penderita Miom Akibat Sering Makan Bakso dan Mi Instan, Begini Penjelasan Dokter
Apakah benar miom bisa disebabkan karena mengonsumsi bakso, mi instan, atau junk food? Apa yang perlu diketahui soal miom?
POSBELITUNG.CO - Media sosial Facebook beberapa hari terakhir diramaikan dengan kisah viral status yang diunggah oleh seorang pengguna akun, Nutri AgusThanty.
Pada Sabtu (30/6/2018) lalu, ia menuliskan kisah mengenai penyebab penyakit miom yang dideritanya.
Dalam statusnya tersebut, Nutri menyebutkan, miom muncul karena ia sering mengonsumsi bakso, mi instan, dan junk food.
Baca: Jangan Galau Jika Tak Lulus SBMPTN, Kamu Bisa Lakukan 5 Hal Ini Untuk Tetap Sukses di Masa Depan
"Sejujurnya, aku memang mengetahui bahaya mi instan, terutama untuk penderita maag. Namun semua itu aku abaikan karena kenikmatan rasa mi dan sensasi mi tersebut membuatku melupakan bahaya kemudian hari," demikian bagian status yang dibagik
Baca: Video Niat Ngasih Makan Hiu, Nahasnya Dialah yang Digigit Hiu
an Nutri.
Unggahan viral, bahkan telah dibagi ulang sebanyak lebih dari 190.000 kali dengan puluhan ribu komentar.
Beragam komentar disampaikan netizen atas postingan ini. Ada yang mengaku takut untuk makan bakso setalah membaca unggahan ini, ada pula yang menyampaikan keprihatinan dan mendoakan agar Nutri segera pulih.
Lalu, apakah benar miom bisa disebabkan karena mengonsumsi bakso, mi instan, atau junk food? Apa yang perlu diketahui soal miom?
Baca: Dinikahi Bule Ganteng, Nasib Pengasuh Bayi Asal Wonogiri Berubah
Miom
Sekitar 75 persen wanita pernah mengalami miom. Miom (uteri fibroid/leiomioma) adalah pertumbuhan di dalam atau sekitar rahim yang tak bersifat ganas/kanker, tetapi berupa tumor jinak.
Miom bisa muncul hanya satu, tetapi juga bisa beberapa secara sekaligus. Ukurannya bervariasi, bisa sekecil biji hingga ukuran besar yang menyebabkan rahim membesar.
Jenis miom berdasarkan letaknya
Baca: Bawa Ratusan Penumpang, Kapal Feri Tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan
- Miom yang tumbuh di antara jaringan otot rahim (fibroid intramural). Ini lokasi yang paling umum terjadinya miom.
- Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim ke rongga panggul (fibroidsubserous). Ini jenis yang bisa tumbuh menjadi besar.
- Miom yang tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim (fibroidsubmucous).
Gejala miom:
Baca: Rumah Raja Arab Harganya Triliunan, Punya Bioskop dan Ruangan Air
Sebagian wanita tak menyadari mengalami miom, tetapi bisa dikenali melalui gejala miom ini:
- Nyeri atau sakit bagian perut atau punggung bawah.
- Masa haid yang menyakitkan atau berlebihan.
- Konstipasi dan sering buang air kecil.
- Tak nyaman bahkan sakit kala berhubungan intim.
- Mengalami kemandulan, keguguran, atau masalah pada masa kehamilan meski jarang terjadi.
Baca: Ratna Sarumpaet Ramai Diperbincangkan, Akun IG Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto Diserang Netter
Penanganan dan pencegahan
Pada kasus miom yang tak menimbulkan gejala, mungkin tak perlu pengobatan. Miom kecil akan menyusut dengan sendirinya dan menghilang. Pertumbuhan sel pada miom tak bersifat kanker.
Pengobatan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala untuk meringankan gejala tersebut. Bila pengobatan tak berdampak secara efektif, kemungkinan dilakukan tindakan operasi, di antaranya bedah histeroskopi, miomektomi, histerektomi, embolisasi arteri rahim, atau ablasi endometrium.
Ahli Kanker Bagian Reproduksi Wanita Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Andrijono mengatakan, miom tak selalu ada pada setiap wanita.
Mengenai penyebabnya, Prof. Andrijono menyebutkan, konsumsi mi instan maupun bakso tak bisa serta merta dikatakan sebagai penyebab miom.
Baca: Sepele, Teknik Mengangkat Kaki ke Tembok sambil Berbaring Ternyata Punya Banyak Manfaat!
Menurut dia, hingga saat ini, penyebab miom belum diketahui.
Ketika sesuatu terkait gangguan kesehatan terjadi di sekitar rahim, tentu menjadi sangat mengagetkan dan membuat khawatir. Begitu pula bila perempuan mengetahui dirinya memiliki miom.
Faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah:
1. Wanita dengan berat badan berlebih karena biasanya hormon estrogen pun meningkat.
2. Faktor keturunan. Wanita dengan ibu atau saudara perempuan yang pernah mengalami miom akan cenderung mendapati miom juga.
3. Faktor lain, seperti konsumsi alkohol, konsumsi daging merah ketimbang sayur dan buah.
(TabloidNova.com/Hilman Hilmansyah/kompas.com/Retia Kartika Dewi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/sakit-perut_20160609_141249.jpg)