Usai Spa Ikan Jari Kaki Cewek Ini Malah Diamputasi, Begini Kisahnya
Terapi ikan atau spa ikan menjadi satu alternatif yang mulai digemari. Namun apa yang terjadi jika begini hasilnya
"Ketika saya berumur 17 tahun, saya menerima luka di bagian bawah jempol kaki saya setelah menginjak di beberapa gelas,” cerita Victoria.
"Butuh beberapa saat untuk menyadari pecahan gelas ada di sana. Masalahnya infeksi itu sudah itu sampai ke tulang, sehingga dokter mengamputasi setengah dari jempol kaki saya.”
"Kemudian ketika saya berada di Thailand, saya memutuskan untuk menggunakan spa ikan.”
“Saya tidak berpikir apa-apa karena saya melihat tempatnya bersih.”
"Sayangnya, saya terkena infeksi tulang lain di jempol kaki saya dan dokter membutuhkan lebih dari setahun untuk mencari tahu jenis infeksi apa yang saya miliki.”
“Pada saat mereka menyadari apa itu, tulang kaki seluruh saya telah ‘hancur’ dan saya sudah menderita sakit sepanjang waktu.”
“Mereka akhirnya memutuskan untuk mengamputasi jempol kaki sepenuhnya.
“Saya merasa lega bahwa saya dapat kembali ke kehidupan saya tanpa merasa sakit sepanjang waktu dan saya bertekad untuk menjadi lebih baik.”
“Sedihnya, lima tahun kemudian, seorang ahli melihat sampel darah saya dan menyadari saya memiliki infeksi tulang lainnya dan memiliki jumlah sel darah putih yang sangat tinggi.”
“Inilah yang membuat saya hancur.”
“Pada bulan November 2016, dokter mengamputasi jari kaki kedua, ketiga, dan keempat. Mereka hanya meninggalkan jempol kaki.”
“Karena jari kelingking adalah satu-satunya yang tersisa, saya terus memberinya tekanan saat berjalan.”
“Saya tidak tahu bahwa cara saya berjalan membuat jari kelingking saya kesakitan. Dan pada akhirnya saya juga harus merelakannya diamputasi pada bulan November 2017,” tutup Victoria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/terapi-ikan_20180916_124305.jpg)