Uniknya Burung Tiong Batu Belitong, Suka Berakrobat di Udara Saat Masa Kawin

Pemerhati Etnosain Belitong Marwan Hassan langsung bisa mengenali burung tersebut dari tanda garis putih di bagian sayapnya.

posbelitung.co/kolase/Wahyu Kurniawan
Burong Tiong Batu Belitong sedang hinggap di atas pohon kelapa yang sudah mati di kawasan pantai Pendaunan, Desa Sijuk, Kabupaten Belitung, Februari 2018. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sepasang burung hinggap di atas ujung pohon kelapa yang sudah mati di pantai Pendaunan, Desa Sijuk, Selasa (27/2) pagi.

Tak lama kemudian mereka terbang menukik sambil mengangat sayapnya yang tampak memiliki garis putih mengkilap.

Pemerhati Etnosain Belitong Marwan Hassan langsung bisa mengenali burung tersebut dari tanda garis putih di bagian sayapnya.

Burung tersebut dalam bahasa Indonesia disebut Tiong Lampu dan masyarakat Belitong biasa juga menyebutnya Tiong Batu.

“Burung ini unik karena suka berakrobat di udara, di saat masa kawin, jantan akan menunjukkan kemampuannya berakrobat untuk memikat betina,” kata Marwan kepada Pos Belitung, Selasa (6/3/2018) sore.

Marwan menjelaskan, Tiong Batu sebetulnya adalah nama yang digunakan khusus untuk spesies yang berkembang di Kalimantan.

Sedangkan Tiong Batu yang dikenal masyarakat Belitong adalah Tiong Lampu dengan nama latin Eurystomus orientalis deignani.

Detik-detik burung Tiong Batu terbang menukik dari atas pohon kelapa
Detik-detik burung Tiong Batu terbang menukik dari atas pohon kelapa (posbelitung.co/kolase/Wahyu Kurniawan)

Kesamaan pengunaan nama tersebut tentu tidak perlu dipersoalkan.

Sebab hal itu sebetulnya menunjukkan adanya pertalian budaya antara Belitung dan Kalimantan.

“Kalau saya lihat sebetulnya ada banyak lagi nama-nama satwa maupun tumbuhan kita yang sama dengan Kalimantan, jadi di sini tampak ada hubungan budaya antara Belitong dan Kalimantan,” kata Marwan.

Menurut Marwan, upaya identifikasi burung-burung Belitong belum menggembirakan.

Ia dan rekannya sudah sempat merintis upaya tersebut, tapi kandas karena kekurangan biaya.

Marwan mengatakan, terdapat sejumlah burung yang mulai sulit dilihat di Kalimantan dan Sumatera tapi masih bisa dijumpai di Belitong.

Salah satunya burung Siau atau Rollulus rouloul.

Sepasang burung Tiong Batu sedang hinggap di sebuah pohon di tepian pantai Pendaunan.
Sepasang burung Tiong Batu sedang hinggap di sebuah pohon di tepian pantai Pendaunan. (posbelitung.co/Wahyu Kurniawan)

“Kami sering berkomunikasi dengan kawan-kawan pemerhati di Sumatera dan Kalimantan juga Malaysia, kata mereka sudah sulit mau lihat burung Siau ini, tapi di tempat kita masih ada, dan banyak,” kata Marwan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved