Ini Cerita Awal Mula Fanatisme dan Rivalitas antara Persib vs Persija Terbentuk
Berdasarkan penelusuran Warta Kota dari berbagai sumber, permusuhan antara Jakmania dan suporter Persib
Maka tak perlu heran jika pada awalnya pengurus kedua kelompok suporter ini sebenarnya saling mengenal dan jauh dari bayangan keadaan saat ini.
Lebih jauhnya saya tak ingin terlalu banyak menulis mengenai ini karena saya hanya mendengar sepotong-sepotong saja dan khawatir itu pun tidak valid seutuhnya.
Oleh karena itu saya ingin langsung beranjak kepada salah satu momentum yang saya alami sendiri yaitu bentrokan pertama suporter PERSIB dengan Jakmania.
Saya sengaja mengatakan “suporter PERSIB”, dan bukannya menyebut Viking ataupun bobotoh karena konon yang terlibat dalam bentrokan ini bukanlah anak-anak Viking tapi menyebut bobotoh pun tak elok karena dapat menyeret dan menggeneralisir.
Gesekan pertama
Gesekan pertama terjadi sekitar tahun 1999 di Siliwangi Bandung.
Saat itu Persija yang disuntik dana besar oleh Sutiyoso hadir dengan materi-materi terbaik di masanya seperti Luciano Leandro, Dedi Umarella dll, sedangkan PERSIB bermaterikan pemain-pemain veteran dan lokal yang tak terlalu mentereng namanya.
Luar biasa animo bobotoh dalam laga ini. Saya ingat betul saat itu sulit sekali untuk mendapatkan tiket tribun timur.
Dulu Viking masih menguasai tribun selatan, dan elemen-elemen bobotoh yang menjadi cikal bakal BOMBER masih tersebar seperti stone lovers, suporter forever, BFT, Provost PERSIB, Vorib, robokop, Casper, tiger fortune dll.
Saat itu puluhan ribu bobotoh masih tertahan di luar tak dapat masuk stadion, sementara suasana di dalam stadion pun semakin tak nyaman karena penonton berdesakan.
Saat itulah tiba-tiba banyak bus mendekat ke area stadion, mereka adalah bus-bus yang membawa Jakmania, kalau tidak salah ada sekitar 7 bus, cukup banyak memang karena gratisan dan disupport dana oleh Sutiyoso.
Terbayang apa yang terjadi, disaat “penduduk asli” yaitu suporter tuan rumah pun emosi karena tidak dapat masuk stadion, tiba-tiba datanglah “tamu tak diundang” dari ibukota, dengan gaya yang mungkin dianggap kurang berkenan maka terjadilah gesekan itu.
Saya kurang tau persisnya namun beberapa bus memutar ke arah jalan Menado dengan kaca-kaca pecah dan terdengar kata-kata makian.
Alkisah PERSIB kalah hari itu, kericuhan terjadi di dalam dan di luar stadion.
Saya ingat benar saat itu Luciano Leandro kepalanya bocor terkena lemparan batu, dan musim itu adalah musim dimana jerseynya sangat saya suka yaitu apparel Reebok yang elegan dan simpel.
Harga originalnya di toko olahraga berkelas di BiP sekitar Rp. 79.000,00 , harga yang terbilang cukup mahal pada saat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kolase-the-jak-dan-persib_20180925_162047.jpg)