Kisah Titien Sumarni, Artis Lawas yang Diidolakan Soekarno, Hidupnya Berakhir Pilu, Ini yang Terjadi
Mulai perhiasan emas, mobil, hingga rumah elit, yang dimiliki Titien Sumarni, mendadak tak berwujud. Bahkan untuk pakaian sehari...
Sejak saat itu, Titien Sumarni memulai langkah barunya di dunia hiburan sebagai seorang aktris.
Setelah menikahi Mustari, Titien Sumarni berhenti sekolah dan memulai kariernya sebagai aktris.
Ia menghibur tentara republik yang sedang berjuang dalam perang kemerdekaan hingga bersama suaminya, ia pindah ke Jakarta.
Beberapa tahun berkarier sebagai seorang aktris, Titien Sumarni sudah mengumpulkan banyak prestasi.
Baca: Alasan Sesungguhnya Pasha Ungu Berurai Air Mata Saat Bilang Siap Mundur dari Wawali Palu Karena ini
Baca: Video Viral Cahaya Terang Gemparkan Penduduk Beijing, Ada yang Bilang UFO, Ini Fakta Sebenarnya
Lima tahun berkarya, Titien Sumarni sudah membintangi tiga puluh judul film.
Salah satu film terkenal yang dibintangi Titien Sumarni adalah "Lewat Djam Malam" pada tahun 1954.
Melalui perusahaannya yang didirikannya, Titien Sumarni Motion Pictures, ia juga memproduksi lima film.
,_p20.jpg)
Kehadirannya cukup menggairahkan dan membanggakan perfilman Indonesia yang saat itu menghadapi saingan film Malaysia dan India.
Selain berbakat dalam berakting, kecantikan khas Titien Sumarni juga menjadi idola penontonnya.
Tahi lalat di bibirnya salah satu yang membuat penonton tergila-gila seolah menambah aura kecantikannya.
Ia pun sempat dikabarkan menjadi salah satu aktris Tanah Air yang diidolakan Presiden Pertama RI, Soekarno.
Baca: Ini Sosok Istri dan Anak Khabib Nurmagomedov yang Membuat Penasaran
Baca: Sempat Viral, Ini Fakta Sebenarnya Balita Selamat setelah 2 Minggu Hanyut di Lumpur saat Gempa Palu

Sayangnya, kepopuleran Titien Sumarni di dunia hiburan tidak selaras dengan bahtera rumah tangganya.
Terhitung Titie Sumarni sudah 5 kali kawin-cerai, memiliki satu anak laki-laki dari setiap pernikahannya.
Satu di antara suaminya adalah seorang perwira tinggi yang tidak mengakui Titien Sumarni sebagai istrinya.

Film terakhir Titien adalah "Djandjiku" pada tahun 1956.