Bonbon Buaya Owun Dititipkan ke Agrowisata Wangi Hijau

Menurut Helly binatang buas dipelihara dengan pola kasih sayang juga bisa nurut

(Istimewa) Dokumentasi Disbudpar Beltim.
Para Wisatawan melihat dan berfoto bersama dengan Bonbon, di Disbudpar Kabupaten Belitung Timur. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Buaya milik Dinas Kebudayaan dan pariwisata kabupaten (Disbudpar) Belitung Timur (Beltim), yang dikenal dengan nama Bonbon dititipkan ke tempat Agro wisata wangi hijau pada, Selasa (6/11/2018).

Keberadaan Bonbon di Kantor Disbudpar atau Objek Wisata Unik Ngenjungak (Owun), kurang lebih 5 tahunan. Penampilan Bonbon saat beratraksi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Bonbon merupakan buaya muara, yang awal pertama kali dihibahkan ke Disbudpar pada tahun 2014, saat masih berukuran 40 centimeter, hingga November 2018 ukuran Bonbon sekitar 5 menter dengan bobot sekitar 250 kilogram.

Bonbon ketika pertama kali tiba Di Disbudpar Beltim 2014 lalu.
Bonbon ketika pertama kali tiba Di Disbudpar Beltim 2014 lalu. ((Istimewa) Dokumentasi Disbudpar.)

Mantan kepala Disbudpar Beltim Helly Tjandra saat di hubungi Posbelitung menceritakan, pada 2014 temannya tanpa sengaja menemukan Bonbon kecil yang tersangkut di jaring nelayan, tepatnya di Sungai Lenggang Gantung. Kecintaan Helly kepada hewan, menimbulkan rasa iba untuk memelihara Bonbon, meskipun Bonbon merupakan jenis hewan buas.

"Bonbon ditemukan tidak sengaja oleh teman saya sekitar 5 tahun lalu, lalu Ia menawarkan mau gak meliharanya? karena terkena jaring, kondisinya luka-luka. Mengingat ada space kosong di Kantor, jadi ya sudah saya adopsi saja. Seiring dengan perjalanan, Bonbon memberikan anugrah juga, meskipun termasuk hewan buas yang tidak bisa jinak, Bonbon ini nurut, hingga dia tumbuh, dan bisa melakukan atraksi, ternyata satwa ini, bisa menjadi daya tarik tersendiri," ujar Helly.

Menurut Helly binatang buas dipelihara dengan pola kasih sayang juga bisa nurut, "kalau disakitin dia marah, dikasih makan dia nurut, jadi ini juga yang membuat wisatawan yang phobia dengan hewan buas ketika melihat Bonbon melakukan atraksi, seakan wisatawan-wisatawan lupa kalau dia ini binatang buas," ujar Helly.

Menurut Helly, Ada dua orang temannya yang sudah lama ingin mengadopsi Bonbon, akan tetapi Ia lebih memilih Bonbon untuk dititipkan di tempat Agro wisata Wangi Hijau,di Kecamatan Dendang, mengingat disana sudah ada tempat yang cukup luas dan sudah ada beberapa buaya.

"Mudah-mudahan Bonbon bisa dirawat dengan baik disana, dan teman saya pun sudah mau merawat Bonbon dengan ekstra," ujar Helly.

Bonbon saat diberikan makan daging ayam. (22/6/2018)
Bonbon saat diberikan makan daging ayam. (22/6/2018) (posbelitung/suharli)

Bonbon Jenis Buaya Muara

Sementara itu Kasi Destinasi Disbudpar Rudi, mengatakan Bonbon merupakan jenis buaya jenis muara.

"Saat ini Bonbon dibawa ke tempat Agrowisata wangi hijau, karena disinikan kasian juga, dia sudah besar kadangnya jadi sempit, kalau disanakan lebih luas, nanti ditukar dengan ukuran lebih kecil," ujar Rudi.

Menurut Rudi karena Bonbon sudah lama dipelihara, Ia juga merasakan kehilangan.

"Ya gimana ya, karena sudah dekat, sudah terbiasa, ada rasa kasian, sepi juga setelah tidak ada, mudah-mudahan nanti ada penggantinya," ujar Rudi.

Ia juga mengaku turut membantu memikul Bonbon ke bak mobil, "sekarang berat sekali, tadi 4 orang mikulnya," ujar Rudi. (q5)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved