Layak Kunjungan Museum Maritim di Tanjung Tinggi Pada 2021, Staf Ahli Kemenko Maritim: Terlalu Lama

Tahun 2021 Museum Maritim di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung rencana bakal dioptimalkan atau berstatus layak kunjungan

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Posbelitung/Disa Aryandi
Staf Ahli Bidang Sosio Antropogi Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Tukul Rameyo Adi. 

POSBELITUNG.CO - Tahun 2021 Museum Maritim di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung rencana bakal dIoptimalkan atau berstatus layak kunjungan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung.

Lantaran di tahun 2019 dan 2020 Pemerintah masih ingin melakukan pembenahan, dan pengembangan museum tersebut, sehingga penerimaan kunjungan lebih maksimal.

Staf Ahli Bidang Sosio Antropogi Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Tukul Rameyo Adi menilai, rencana optimalisasi layak kunjungan musuem maritim di tahun 2021 terbilang terlalu lama.

Menurutnya pemerintah sudah harus mengaktifkan musium maritim dalam waktu dekat. 

"Artinya konten - konten tidak harus menunggu dulu, atraksi-atraksi sudah mulai bisa dilakukan secara bertahap, jangan sampai menunggu tahun 2021, terlalu lama menurut saya. Jadi harus sudah mulai di isi mulai sekarang," kata Rameyo kepada posbelitung.co, kamis (17/1/2019).

Rencana pengaktifan museum maritim ini, sudah lama. Namun saat itu rencana nya hanya sebatas Museum saja, dan kategori Musieum Maritim tersebut sejauh ini belum dimanfaatkan. Kedepan museum tersebut rencana akan dicoba dipenuhi dengan atraksi pariwisata dibidang Kematiriman.

Kata Rameyo, tidak dipungkiri banyak museum yang tutup di Indonesia, karena operasional nya dibebankan kepada Pemerintah.

"Nah tadi kami sudah sepakat bahwa museum ini nantinya suatu saat tidak membebani pemerintah, tapi mandiri. Jadi semacam semi BUMN yang bisa menghidupi operasional sendiri, malah kalau bisa menghasilkan pendapatan untuk daerah," ujarnya.

Semula pembahasan mengenai museum maritim ini, kemarin melalui rapat koordinasi (rakor) rencana penyelamatan atau pengangkatan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dan pengembangan museum maritim. Rakor yang dipimpin oleh Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie tersebut, terlaksana diruang rapat Bupati Belitung.

Asisten Deputi II Bidang Lingkungan dan Kebencanaan Kemenko Maritim Sahat Manor Pangabean, pejabat dilingkungan Kemenko Maritim, perwakilan dari Polda Bangka Belitung, TNI AL, pejabat utama dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Belitung, unsur dari kepala OPD di Kabupaten Belitung hadir mengikuti rakor tersebut. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved