Ketajaman Pedang China Kuno Goujian Seakan Melawan Waktu

Meskipun sudah berusia lebih dari 2.000 tahun, pedang itu, yang dikenal sebagai Goujian, tidak memiliki jejak karat sama sekali.

Ketajaman Pedang China Kuno Goujian Seakan Melawan Waktu
Ancient Origins
Goujian, Pedang Cina Kuno 

 Menguraikan prasasti

Di satu sisi bilah, dua kolom teks terlihat dengan delapan karakter, di dekat gagangnya dalam aksara China kuno.

Dua karakter di sana kemungkinan adalah nama raja.

Dari kelahirannya pada 510 SM hingga kehancurannya di tangan Chu pada 334 SM, sembilan raja memerintah Yue, termasuk Goujian, Lu Cheng, Bu Shou, dan Zhu Gou, antara lain.

Aksara China
Aksara China (Ancient Origins)

Identitas raja yang memiliki pedang memicu perdebatan di antara para arkeolog dan sarjana bahasa China.

Setelah lebih dari dua bulan, para ahli membentuk konsensus bahwa pemilik asli pedang itu adalah Goujian (496 - 465 SM), menjadikan pedangitu sekitar 2.500 tahun.

Goujian adalah seorang kaisar terkenal dalam sejarah Tiongkok yang memerintah Negara Yue selama Periode Musim Semi dan Musim Gugur (771 - 476 SM).

Sifat unik

Selain nilai historisnya, banyak sarjana bertanya-tanya bagaimana pedangini bisa tetap bebas karat di lingkungan yang lembab, selama lebih dari 2.000 tahun, dan bagaimana hiasan halus diukir ke dalam pedang.

Raja Goujian dari Yue
Raja Goujian dari Yue (Ancient Origins)

Pedang Goujian masih setajam hari ini seperti ketika awalnya dibuat, dan tidak ada satu titik pun karat yang dapat ditemukan pada tubuhnya.

Ketajaman Goujian, Pedang Cina Kuno
Ketajaman Goujian, Pedang Cina Kuno (Ancient Origins)

Mereka menemukan bahwa pedang itu tahan terhadap oksidasi akibat sulfasi pada permukaan pedang.

Ini, dikombinasikan dengan sarung kedap udara, memungkinkan pedanglegendaris ditemukan dalam kondisi murni seperti itu.

Penulis : Muflika Nur Fuaddah
Editor : Mentari DP

Artikel ini telah terbit di Intisari.grid.id  berjudul Temui Ketajaman Goujian: Pedang China Kuno yang Seakan Melawan Waktu

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved