Di Jakarta Utara, Nabung Sampah Bisa Jadi Emas!

Selain bisa menukarkan sampah dengan sejumlah uang, bank sampah ini juga memberikan layanan penukaran sampah anorganik dengan emas.

Editor: Fitriadi
Kompas.com / Tatang Guritno
Bank Sampah Wijaya Kusuma yang terletak di RW 03 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Jumat (5/4/2019) menyediakan program penukaran sampah dengan emas. Program tersebut merupakan hasil kerjasama Pemkot Jakarta Utara dengan PT Pegadaian Persero. 

POSBELITUNG.CO - Ada hal menarik di Bank Sampah Wijaya Kusuma yang terletak di RW 03 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

Selain bisa menukarkan sampah dengan sejumlah uang, bank sampah ini juga memberikan layanan penukaran sampah anorganik dengan emas.

Program tersebut sudah berjalan selama satu bulan atas kerja sama Pemkot Jakarta Utara dengan PT Pegadaian Persero.

Kompas.com berkesempatan untuk mengunjungi Bank Sampah Wijaya Kusuma, Jumat (5/4/2019) dan bertemu para warga sekitar.

Siti (47) pemilik warung di sekitar bank sampah menyebut ia mulai rajin mengumpulkan sampahnya untuk investasi masa tua.

"Apalagi saya punya warung, jadi sampah anorganiknya banyak. Ketimbang saya buang, saya berikan ke bank sampah aja untuk ditukarkan dengan emas," ujarnya.

Siti mengatakan, meski ketentuan penukaran emas didapatkan setelah hasil pengumpulan sampah mencapai harga emas seberat 5 gram, tetapi program tersebut tetap menarik.

"Untuk mencapainya memang lama, tapi sama saja kita investasi enggak keluar uang, tapi pakai sampah jadi enggak berat. Nantinya kalau sudah dapat emas, saya ingin jual lagi, uangnya mau dipakai untuk umrah," harap Siti.

Warga lainnya, Wati (52) mengatakan, dengan adanya penukaran emas ini, seorang ibu rumah tangga bisa turut membantu p emasukan untuk keluarga.

"Menarik sekali terutama untuk ibu-ibu rumah tangga. Jadi kami tidak cuma capek karena pekerjaan rumah. Tapi bisa dapat penghasilan, bisa investasi emas juga. Lumayan buat nambahin finansial keluarga," paparnya.

Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 03 Sulistyowati (51) menyebutkan, upaya mengajak warga untuk menjadi anggota bank sampah tidak sulit.

"Ada beberapa cara, seperti memberi tahukan manfaat mengurangi dan mengolah sampah saat pertemuan bulanan, lalu juga dengan pendekatan personal. Jadi kita ajak dengan bicara empat mata, itu sangat efektif," sebutnya.

Adapun Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau menargetkan keberadaan bank sampah dapat mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang sebanyak 12,27 persen.

"Keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengurangi 135 ton dari rata-rata 1.000-1.100 ton sampah per hari yang dihasilkan di Jakarta Utara," jelas Syamsuddin. (*)

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul : Tukar Sampah dengan Emas, Warga Ingin Tabung Buat Umrah

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved