Breaking News:

Tetap Bisa Nyoblos Meski Tidak Ada Formulir C6, Ini Cara Mudah Cek Lokasi TPS

Para pemilih yang datang ke TPS tanpa membawa form pemberitahuan memilih atau form C6 tetap bisa mencoblos.

Instagram KPU RI
Cara Cek Lokasi tps kamu dan kenali 5 warna kertas suara 

posbelitung.co - Imel warga Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai H-1 Pemilu 2019 belum menerima formulir undangan atau C6 dari petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di tempat dirinya berdomisili.

Dia mengaku pemilu sebelumnya mendapatkan formulir C6 setidaknya tiga hari sebelum hari pencoblosan.

Namun, Imel kini tak perlu lagi bingung.

Karena sistem administrasi berbasis e-KTP sangat membantu untuk mengetahui di mana lokasinya memilih.

"Cari-cari di internet, ketemu cara untuk mengetahui lokasi TPS kita meski tanpa surat pemberitahuan," ungkap Imel, Rabu (17/4/2019).

Tak perlu repot-repot, asal sudah masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilih dapat mengetahui wilayah tempat memilih sekaligus nomor TPS.

Caranya masuk ke laman www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id, yang mengharuskan pengunjung mengisi nama lengkap dan NIK.

Setelah menunggu beberapa saat akan muncul data yang diperlukan terkait pencoblosan.

Alternatif ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh warga yang kebetulan tidak mendapatkan surat C6.

Tetap dapat mencoblos 

Dikutip dari Tribunnews.com, Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menjelaskan, para pemilih yang datang ke TPS tanpa membawa form pemberitahuan memilih atau form C6 tetap bisa mencoblos.

Ia berpandangan, bisa saja pemilih kehilangan form C6 atau petugas yang melewatkan memberi form tersebut kepada pemilih.

"Prinsipnya boleh, jadi C6 itu kan undangan, jika ada satu lain hal sehingga C6 tidak dapat dibawa

misalnya hilang atau petugasnya tidak memberikan, itu tetap dapat menggunakan hak pilihnya," ujar Wahyu kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

Lebih lanjut Wahyu menuturkan bahwa form pemberitahuan C6 seharusnya memang diserahkan ke pemilih.

Sebab form tersebut berisi informasi yang bersangkutan dimana lokasi mereka memilih.

 "Jadi C6 mestinya disampaikan ke pemilih, C6 itu hakekatnya undangan kepada pemilih untuk

datang ke TPS, tetapi jika ada satu lain hal pemilih itu tidak mendapatkan C6 atau C6 itu hilang, maka yang bersangkutan tetap dapat memilih," katanya.

Form C6 sendiri pada prinsipnya harus diberikan ke para pemilih paling lambat tiga hari sebelum pencoblosan tanggal 17 April 2019.

Namun jika mereka belum mendapatkannya hingga H-1 pencoblosan, pemilih diminta aktif

melaporkan ke Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) supaya bisa diberikan kemudian.

Wajib dibawa

Pemilih yang sudah tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan mendapatkan formulir C6 atau pemberitahuan untuk memilih.

Formulir tersebut wajib dibawa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pemungutan suara, Rabu (17/4/2019).

"Formulir C6 ini menegaskan atau menginformasikan bahwa pemilih tersebut

namanya siapa dan seterusnya, nanti bisa memilih di TPS nomor berapa, alamatnya di

mana. Jadi itu pemberitahuan, bukan undangan," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Formulir C6 dibagikan oleh pertugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) ke tiap-tiap pemilih hingga H-1 pemungutan suara.

Pemilih yang hingga saat ini belum mendapatkan formulir C6 bisa menempuh dua cara untuk

mendapatkan formulir pemberitahuan untuk memilih ini.

Pertama, segera menghubungi petugas KPPS di sekitar wilayah pemilihan.

"Biasanya petugas KPPS sedang menyiapkan berbagai hal. Mungkin belum sempat

membagikan (C6), tapi Insyallah akan terus dilakukan (pembagian C6) sampai dengan besok (Selasa)," kata Viryan.

Hal kedua yang bisa dilakukan ialah mendatangi kantor desa/kelurahan atau kantor KPU kabupaten/kota.

Di kantor tersebut, petugas akan mengecek keterdaftaran pemilih di TPS supaya pemilih bisa

meminta formulir C6 ke petugas KPPS yang bertugas di TPS pemilih.

Pemilih juga dapat melakukan pengecekan keterdaftaran TPD di portal www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Di halaman utama protal tersebut, pemilih diminta untuk memasukan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai e-KTP.

Harus dipastikan pemilih mengisi kolom dengan benar.

Selanjutnya, kolom akan menampilkan nama, jenis kelamin, provinsi, kabupaten/kota,

kecamatan, dan kelurahan, serta TPS pemiliih, jika pemilih sudah terdaftar di DPT.

Jika pemilih belum terdaftar di DPT, maka data tak akan tertampil.

(bangkapos.com)

Penulis: Alza MH (day)
Editor: Fitriadi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved