Pilpres 2019

15 Kiai Sepuh Mendadak Kumpul di Kediaman Pengurus PBNU, Ini yang Mereka Bahas

15 Kiai Sepuh Mendadak Kumpul di Kediaman Pengurus PBNU, Ini yang Mereka Bahas

15 Kiai Sepuh Mendadak Kumpul di Kediaman Pengurus PBNU, Ini yang Mereka Bahas
Bobby Constantine Koloway/Surya
Sejumlah kiai sepuh berkumpul di kediaman salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Surabaya, Jumat (19/4/2019). 

"Kita bersama menanti hasil final keputusan KPU untuk memutuskan seadil-adilnya menurut aturan. Sehingga, tidak menyalahi aturan, tidak ada niatan memanipulasi, dan sebagainya," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan menggelar pemilu di Indonesia akan menjadi perhatian dunia. "Ini menjadi kesempatan menjadi bangsa yang besar, dan bangsa yang dihormati oleh seluruh bangsa dan negara lain. Sebab, pemilu bukan hanya menjadi perhatian anak bangsa, namun juga pengamat di luar negeri," katanya.

Hal senada dikatakan Gus Ipul.

"Hari ini Kiai-kiai berkumpul setelah kemarin proses pilihan presiden. Ibaratnya ini adalah melupakan 01-02 untuk bermusyawarah dalam menyikapi dinamika paska pilpres," kata Gus Ipul, tuan rumah acara.

Pertemuan kali ini merupakan kelanjutan setelah sebelum pilpres tepatnya pada 17 September 2018 mereka juga bertemu di Rumah Gus Ipul.

Hasil dari pertemuan pertama saat itu mereka sepakat bersama Prof Mahfud MD, kemudian Ustaz Yusuf Mansur untuk menggagas gerakkan pilpres ceria.

Pertemuan kali ini sangat penting karena para kiai yang bertemu sebelumnya ada yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dan ada yang mendukung Prabowo-Sandiaga.

Mereka mengganggap proses dukung mendukung telah usai dan saatnya kini menatap ke depan demi keutuhan dan kemajuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Ikatan Gus Gus Indonesia KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) yang juga ikut dalam pertemuan mengatakan ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini.

"Kami mendukung aparatur keamanan negara bertindak tegas untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan sosial dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat," kata Gus Fahrur. (Bobby Constantine Koloway)

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved