Ternyata Ini Penjelasan Secara Psikologis, Mengapa Orang Doyan Bergosip
Tidak hanya hidup dalam kelompok, kita juga bergantung pada orang-orang dalam kelompok tersebut untuk bertahan hidup.
Jika rekan kerjamu mengatakan bahwa atasanmu akan memecat orang, kamu bersiap mencari sumber pendapatan dan asuransi lain, dan sebagainya.
Gosip adalah bagaimana kita bertahan hidup. Gosip untuk bertahan hidup sama tuanya dengan kemanusiaan itu sendiri.
Sejak prehistoris manusia bersandar pada orang-orang lainnya untuk kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal dan perlindungan.
Jika orang yang biasa menyediakan makanan untukmu tiba-tiba sakit dan tidak bisa menyediakanmu makanan, kamu mungkin akan kelaparan jika tidak ada yang memberitahu bahwa orang itu sakit.
Jika gosip tentang penyakit mereka menyebar, kamu tahu kamu perlu mencari sumber makanan baru.
Gosip tidak hanya mengajarkan kita tentang orang yang menjadi subjek pembicaraan, namun juga tentang orang yang menyampaikannya.
Leary mengatakan, kita bisa belajar banyak hal tentang tingkah laku, keyakinan dan cara menghadapi orang lain dengan melihat siapa dan apa yang orang lain gosipkan.
"Bahkan jika aku tidak ikut bergosip dan hanya mendengarkan orang lain bergosip, aku bisa mendapatkan informasi penting, entah mereka bisa dipercaya atau tidak, dan sebagainya," katanya.
Bergosip juga bisa mempererat ikatan sosial. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science pada 2014 menemukan, gosip bisa meningkatkan keeratan sebuah kelompok dan membuat para anggota kelompok tidak egois.
Gosip juga bisa menjadi sebuah cara untuk mengidentifikasi dan mengasingkan anggota kelompok yang tidak bisa dipercaya.
Namun, orang-orang yang terasing tersebut tidak lantas kehilangan harapan.
Studi menemukan, seringkali, orang-orang yang diasingkan dalam kelompok belajar dari pengalaman mereka untuk memperbaiki tingkah laku mereka.
Ancaman untuk dikeluarkan dari kelompok adalah sebuah insentif untuk orang-orang lebih koperatif. Tentu saja kita tidak bisa melupakan bahwa gosip terkadang menjadi sesuatu yang buruk.
Leary mengatakan, beberapa orang bergosip dengan konsekuensi negatif terhadap target mereka.
"Beberapa juga memiliki konsekuensi negatif bagi para penggosipnya. Seperti jika subjek gosip mengetahuinya atau mengetahui penggosipnya tidak dapat dipercaya dan orang yang gemar ikut campur," kata Leary.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-bergosip.jpg)