Ternyata Ini Penjelasan Secara Psikologis, Mengapa Orang Doyan Bergosip

Tidak hanya hidup dalam kelompok, kita juga bergantung pada orang-orang dalam kelompok tersebut untuk bertahan hidup.

Ternyata Ini Penjelasan Secara Psikologis, Mengapa Orang Doyan Bergosip
DragonImages
ilustrasi bergosip 

Gosip tidak hanya mengajarkan kita tentang orang yang menjadi subjek pembicaraan, namun juga tentang orang yang menyampaikannya.

Leary mengatakan, kita bisa belajar banyak hal tentang tingkah laku, keyakinan dan cara menghadapi orang lain dengan melihat siapa dan apa yang orang lain gosipkan.

"Bahkan jika aku tidak ikut bergosip dan hanya mendengarkan orang lain bergosip, aku bisa mendapatkan informasi penting, entah mereka bisa dipercaya atau tidak, dan sebagainya," katanya.

Bergosip juga bisa mempererat ikatan sosial. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science pada 2014 menemukan, gosip bisa meningkatkan keeratan sebuah kelompok dan membuat para anggota kelompok tidak egois.

Gosip juga bisa menjadi sebuah cara untuk mengidentifikasi dan mengasingkan anggota kelompok yang tidak bisa dipercaya.

Namun, orang-orang yang terasing tersebut tidak lantas kehilangan harapan.

Studi menemukan, seringkali, orang-orang yang diasingkan dalam kelompok belajar dari pengalaman mereka untuk memperbaiki tingkah laku mereka.

Ancaman untuk dikeluarkan dari kelompok adalah sebuah insentif untuk orang-orang lebih koperatif. Tentu saja kita tidak bisa melupakan bahwa gosip terkadang menjadi sesuatu yang buruk.

Leary mengatakan, beberapa orang bergosip dengan konsekuensi negatif terhadap target mereka.

"Beberapa juga memiliki konsekuensi negatif bagi para penggosipnya. Seperti jika subjek gosip mengetahuinya atau mengetahui penggosipnya tidak dapat dipercaya dan orang yang gemar ikut campur," kata Leary.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved