Obrolan Basa Basi Saat Silaturahmi Lebaran Idul Fitri Bermanfaat bagi Emosional dan Sosial

Ternyata, obrolan ringan memang harus kita lakukan, karena memiliki efek positif bagi kondisi emosional dan kemampuan sosial kita.

Obrolan Basa Basi Saat Silaturahmi Lebaran Idul Fitri Bermanfaat bagi Emosional dan Sosial
Posbelitung/Suharli
Bupati Belitung Timur, Burhanudin (peci hitam baju batik) saat menerima yang datang di kediamannya, Desa Mayang, Kelapa Kampit Rabu, (5/6/2019) 

Menurut Ahli, Obrolan Basa Basi itu Penting dan Begini Cara Memulainya

POSBELITUNG.CO – Saat berjumpa dengan kerabat yang tidak begitu dikenal ketika pulang kampung pada lebaran Idul Fitri 2019 seringkali kita tak terhindarkan dengan obrolan sederhana.

Obrolan tersebut bisa memiliki topik ringan seperti bertanya kabar, domisili, hingga yang bersifat lebih personal, seperti kapan lulus kuliah, menikah, punya momongan, dan sebagainya.

Mungkin Anda sering bertanya, apakah obrolan seperti ini diperlukan?

Sains Buktikan Saling Memaafkan Saat Lebaran Tak Hanya Hapus Dosa tapi juga Baik Untuk Kesehatan

Apa obrolan ini hanya formalitas rutin yang perlu dilakukan oleh orang-orang yang tidak terlalu dekat? Apa manfaat dari hal ini?

Ternyata, obrolan ringan memang harus kita lakukan, karena memiliki efek positif bagi kondisi emosional dan kemampuan sosial kita.

Berdasarkan studi yang dilakukan di jaringan kereta di Chicago, Amerika Serikat, mengobrol dan berbincang dengan orang asing justru membuat orang merasa senang dan meningkatkan produktivitas seseorang setelahnya.

Studi yang melibatkan sekitar 50 orang sukarelawan ini melaporkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya berbincang dengan orang asing yang mereka tidak kenal sebelumnya, menyatakan bahwa perjalanan mereka lebih menyenangkan dibanding orang yang tidak berinteraksi sama sekali.

Silaturahmi Saat Lebaran Ternyata Berpengaruh Positif bagi Kesehatan

Setiap pagi orang-orang menaiki kereta, di mana berkumpul dengan banyak makhluk sosial di suatu tempat yang sama, namun mereka saling mengacuhkan satu sama lain.

Hal ini tentu menarik bagi seorang psikolog, untuk mengamati fenomena aneh ini. Setidaknya hal ini mengusik Nicholas Epley, psikolog dari University of Chicago, yang memimpin studi tersebut.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved