Terungkap Alasan Medis Kenapa Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan-tahan

Kentut dan sendawa merupakan hal yang alami untuk terjadi. Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk membuang gas

Terungkap Alasan Medis Kenapa Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan-tahan
iStockphoto
Ilustrasi buang angin alias kentut. 

POSBELITUNG.CO - Kentut dan sendawa merupakan hal yang alami untuk terjadi.

Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk membuang gas, karena adanya anggapan tidak sopan.

Kentut dan sendawa  sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan-nahan kentut juga bukan hal yang dianjurkan.

Meski tidak berakibat sangat fatal, tetap ada risiko yang harus ditanggung jika gas berlebih di saluran pencernaan tidak dibebaskan.

Sebelumnya, pernahkah bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi kentut? Kentut berasal dari gas.

Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkan dengan dua cara.

Pertama, gas akan keluar melalui sendawa. Kedua, gas akan keluar dengan cara kentut yang keluar melalui anus. 

Sendawa dan kentut berasal dari kebanyakan menelan udara.

Ketika kita sedang berbicara atau mengunyah permen karet, menelan udara berlebihan memang tidak dapat dihindari.

Ada juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan gas berlebihan. Makanan tersebut harus difermentasi sehingga menimbulkan asam dan gas.

Gas yang berlebihan terjadi ketika terperangkap di usus, sehingga menyebabkan perut kembung.

Pelepasan gas pada perut dikaitkan dengan jumlah gas pada usus, dan bergantung pada aktivitas motorik usus.

Berikut ini beberapa alasan gas berlebihan terperangkap di dalam tubuh:

- Menelan udara,  proses ini dipicu oleh perubahan otot yang mengontrol asupan udara. Kita mungkin memakan terlalu cepat dan tidak mengunyah makanan dengan sempurna, sehingga makanan sulit untuk dicerna.

- Akumulasi gas yang berbau, kentut yang berbau disebabkan bakteri usus besar yang memproduksi gas selama fermentasi sisa makanan yang tidak diserap.

- Perubahan bakter, gas juga bergantung pada komposisi bakteri yang tinggal di dalam sistem pencernaan. Setiap orang memiliki komposisi bakteri yang berbeda-beda.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved