Terungkap Alasan Medis Kenapa Kentut dan Sendawa Jangan Ditahan-tahan

Kentut dan sendawa merupakan hal yang alami untuk terjadi. Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk membuang gas

Tayang:
Editor: Zulkodri
iStockphoto
Ilustrasi buang angin alias kentut. 

Namun pada dasarnya kentut adalah kumpulan gas dari hasil metabolisme di usus yang secara alamiah akan didorong ke bawah oleh tubuh.

Jika ditahan-tahan, maka otomatis akan terakumulasi dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Menurut Lisa Ganjhu, seorang dokter dari osteopati dan asisten dosen klinis kedokteran dan gastroenterologi di NYU Langone Medical Center New York City, yang dikutip oleh situs Women’s Health, segala sesuatu yang mempenaruhi aliran di bawah dapat memengaruhi aliran di atasnya.

Dalam kasus ini, aliran tersebut adalah sistem pencernaan. Ketika menahannya, penumpukan udara pun bertambah di saluran pencernaan, sehingga udara terdorong ke atas, yang menyebabkan perut kembung dan ketidaknyamanan pada perut.

Selain itu, menahan buang gas menyebabkan usus akan menggelembung seperti balon karena penyumbatan gas tersebut.

Jika dinding usus memiliki kelemahan, akhirnya bisa meledak. Ketika hal tersebut sampai terjadi, kantong-kantong pun terbentuk, dikenal juga dengan sebutan divertikula.

Fatalnya, kalau kantung-kantung tersebut terinfeksi, hal ini akan menyebabkan kondisi yang mengancam nyawa dan rasa nyeri.

Kasus ini jarang terjadi, kemungkinan untuk terjadi dapat dialami oleh pasien dengan penyakit serius.

Namun, ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa kasus divertikulitis sering ditemui pada usia lanjut dan sudah menjadi kasus yang umum.

Yang jelas, rasa tidak nyaman akibat menahan kentut dan sendawa bisa berupa perut kembung, begah dan terkadang pegal-pegal kalau sudah berlanjut menjadi masuk angin.

Ketika perut penuh oleh gas, rasa begah itu kadang-kadang juga memengaruhi nafsu makan karena perut rasanya tidak nyaman.

Jika merasa malu karena buang gas, segera bergegaslah ke toilet atau tempat yang tak terlihat.

Di negara-negara tertentu, kentut dan sendawa masih dianggap sopan dilakukan di muka umum asalkan mengucapkan permisi sebelum melakukannya/mengeluarkan gas.

berita ini telah tayang di http://www.tribunnews.com/kesehatan/2019/06/13/alasan-medis-kenapa-kentut-dan-sendawa-jangan-ditahan-tahan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved