Bujang Dayang Belitung 2019 Eksistensi Kaum Milenial Sebagai Duta Wisata

MALAM Final Pemilihan Bujang Dayang Belitung 2019 yang digelar di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Sabtu (22/6) malam berlangsung meriah

Bujang Dayang Belitung 2019  Eksistensi Kaum Milenial Sebagai Duta Wisata
ist/Dok. Dispar Kabupaten Belitung
MALAM Final Pemilihan Bujang Dayang Belitung 2019 yang digelar di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Sabtu (22/6) malam berlangsung meriah. Parade ke-10 pasang finalis dari berbagai kecamatan disambut tepuk tangan meriah penonton. Mereka juga tampil dalam fashion show mengenakan busana batik Belitung. 

BANGKAPOS.COM--Malam Final Pemilihan Bujang Dayang Belitung 2019 yang digelar di Pantai Wisata Tanjung Pendam, Sabtu (22/6) malam berlangsung meriah.

Parade ke-10 pasang finalis dari berbagai kecamatan disambut tepuk tangan meriah penonton. Mereka juga tampil dalam fashion show mengenakan busana batik Belitung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto dalam sambutannya mengatakan, event bujang dayang memang rutin dilakukan karena merupakan amanat peraturan daerah (perda) dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT). Tahun ini pun, para finalis yang tampil pada malam final telah diseleksi dari puluhan peserta lainnnya.

“Tahun lalu pesertanya didominasi peserta wanita. Namun tahun ini berbeda, justru peserta bujang lebih banyak yakni 36 bujang dan 24 peserta dayang,” ujarnya.

Tingginya minat peserta yang mengikuti ajang ini menurutnya menandakan semangat kaum milenial dalam eksistensi dalam mendukung kepariwisataan. Apalagi bujang dayang terpilih tak hanya dilihat dari segi kepiawaian dan keindahan rupa, namun juga menjadi duta wisata dalam mempromosikan Kabupaten Belitung.

Bujang dayang pun diharapkan sebagai pemuda yang mampu menggali dan mendukung wisata, serta menjadi duta bagi Belitung dalam berbagai kegiatan di provinsi nantinya.

Hermanto juga tak lupa mengapresiasi Bujang Dayang 2018 yang telah menjalankan tugasnya selama setahun ini. Amanat yang diharapkan agar mampu inovatif dan kreatif telah ditunjukkan melalui berbagai kegiatan sosial yang sudah dilakukan, hingga peran dalam turut aktif menulis di website di dinas pariwisata.

“Kami Terima kasih panitia dari berbagai unsur yang memeriahkan bujang dayang. Mudah-mudahan yang pariwisata Belitung menjadi lebih baik,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat dan wisatawan bahwa nantinya pada 25 Juni mendatang, Belitung akan kedatangan tim assesor yang akan menilai Geopark Belitong.

Jika hasilnya maksimal, maka Pulau Belitung tak hanya menjadi geopark nasional tapi mampu meraih predikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

“Kami ingatkan masyarakat dan wisatawan, nanti 30 Juni festival titik temu di Juru Seberang untuk mendukung Geopark Belitong,” katanya.

Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dalam sambutannya mengatakan, Belitung patut berbangga sebagai satu-satunya daerah di luar Jawa yang melaju ke UGG. Bukan hanya mem-branding keindahan alam semata. Namun peran masyarakat dalam menunjukkan seni budaya dan adat istiadat pun diperlukan.

Ia pun berpesan kepada bujang dayang, tak hanya tampilan rupa semata yang perlu diperhatikan, tapi selaku orang Belitung harus memiliki kecerdasan dan moral.

“Selaku orang Belitung, tunjukkan kecerdasan dan moral yang sejalan dengan adat-budaya Melayu,” ujarnya. (adv/q2)

Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved