Suhu Global Naik dan Eropa Dilanda Gelombang Panas Akibat Perubahan Iklim
Dampak pemanasan global dan perubahan iklim semakin mengkhawatirkan, di mana suhu Bumi cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
"Data kami menunjukkan bahwa suhu di wilayah barat daya Eropa selama minggu terakhir Juni sangat tinggi," kata Jean-Noel Thepaut, kepala C3S dalam siaran pers.
"Meskipun ini adalah hal yang tidak biasa, kita bakal cenderung mengalami peristiwa semacam ini lebih banyak di masa depan karena perubahan iklim."
Pada Juli 2018, Eropa mengalami gelombang panas yang serupa, dengan suhu di atas 32,2 derajat Celcius sejauh bagian utara ke Lingkaran Arktik.
Sebuah analisis tahun 2018 melaporkan, perubahan iklim membuat gelombang panas seperti itu lima kali lebih mungkin terjadi.
Rekor suhu tertinggi Prancis sebelumnya ditetapkan 16 tahun lalu, pada 12 Agustus 2003.
Saat itu, 15.000 orang di seluruh wilayah Prancis tewas akibat gelombang panas pada musim panas yang parah.
Sebuah studi menemukan, perubahan iklim membuat peluang terjadinya gelombang panas tahun 2003 tersebut dua kali lebih besar.
Secara keseluruhan, menurut badan cuaca nasional Prancis, total terjadinya gelombang panas di negara itu mencapai dua kali lipat dalam 34 tahun terakhir dan diperkirakan akan berlipat ganda lagi pada tahun 2050.
"Peningkatan panas ekstrem ini sama seperti yang telah diprediksi oleh ilmu iklim sebagai konsekuensi dari pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas," kata Stefan Rahmstorf dari Institute for Climate Impact Research. (Rizki A. Tiara)
Berita ini telah terbit di TribunPalu.com berjudul Perubahan Iklim Sebabkan Bulan Juni 2019 Alami Suhu Global Tertinggi, Gelombang Panas Landa Eropa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-perkiraan-cuaca-bmkg.jpg)