Breaking News:

Berita Eksklusif

Tebat Rasau Tandus, BP Geopark Belitong hingga Pegiat Lingkungan Kompak Soal TI Ilegal di Sungai

Ketua BP Geopark Pulau Belitong Yuspian sangat menyayangkan kekeringan yang dialami tempat wisata Tebat Rasau.

POS BELITUNG/SUHARLI
Aparat menertibkan tambang inkonvensional (TI) ilegal jenis rajuk di seputaran daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, Pulau Dapor, Desa Selingsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, beberapa waktu lalu. 

BP Geopark Pulau Belitong juga mendesak agar aktivitas tambang inkovensional (TI) yang beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Lenggang segera dihentikan.

"Untuk jangka panjang akan dilakukan pengkajian lebih mendalam faktor-faktor penyebabnya. Apakah faktor tunggal karena dibuka itu tadi atau ada faktor lain karena dampak banjir 2017 lalu yang mengubah pola aliran air atau segala macam karena dari banjir dulu kan banyak yang berubah," jelas Yuspian.

Jembatan susur objek wisata Tebat Rasau.
Jembatan susur objek wisata Tebat Rasau. (POS BELITUNG/SUHARLI)

Ketua Ahli Geologi Kepulauan Bangka Belitung, Adryanton Putra Markam juga menyoroti terkait kekeringan yang dialami Tebat Rasau.

"Tebat Rasau itu tercipta dari buah bukit magnetik, yakni Bukit Puntung dan Bukit Harimau. Jadi kedua bukit tersebut sumber mata airnya. Jadi di situ terjadi gravitasional colev atau sesar turun. Zona turun itulah yang secara morfologi menghasilkan tubuh air di situ," jelas pria yang akrab disapa Andrey tersebut.

Bukit tersebut itu mengeluarkan oksida dan oksida itulah yang memperkaya kehidupan yang ada di Tebat Rasau. "Air di situ termasuk tumbuhan memiliki oksigen yang sangat tinggi," ujar Andrey.

Kekeringan di Tebat rasau dinilai karena pengupasan dan pemotongan vegetasi sekitar.

"Kalau ingin kembali, vegetasi lingkungannya dikembalikan, yang terjadi di situ saat ini air berubah menjadi partikel microscopis. Dia masuk ke pori batuan karena vegetasi tidak seimbang. Vegetasi tidak seimbang mengakibatkan air pada muka tubuh Tebat Rasau berubah menjadi partikel microscopis sembunyi di pori batuan jadi tersimpan dibawah itu, jadi itu tidak kering total," jelas Andrey.

Lokasi wisata Tebat Rasau sebelum kekeringan
Lokasi wisata Tebat Rasau sebelum kekeringan (Dok.Disbudpar Belitung Timur)

Tebat Rasau merupakan cekungan terjadi karena gravitasional colev. Ini karena Tebat Rasau kaya akan biota-biota.

"Karena oksida dari pelapukan dua buah bukit tadi, bukit itu dulunya sama cuma itu putus oleh sesar. Sesar karena gaya rilis bukan dari gaya tension. Kalau karena tension hilang Tebat Rasau. Gaya rilis energi yang lebih kecil daripada energi pertama menghasilkan morfologi. Morfologi seperti itu disebut daerah punggungan. Daerah itu sepanjang masa ditumbuhi oleh vegetasi, karena kaya akan oksigen," ujar Andrey.

Menurut Andrey Tebat Rasau masuk dalam formasi Kelapa Kampit dalam tatanan lexicon internasional sekarang ini. 

Halaman
123
Editor: Jaryanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved