Sedotan Purun, Produk Lokal yang Ramah Lingkungan

Sebagai daerah yang berfokus mengembangkan pariwisata, permasalahan lingkungan menjadi hal yang tak bisa dikesampingkan.

Sedotan Purun, Produk Lokal yang Ramah Lingkungan
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Hartati mencoba minuman menggunakan sedotan purun eco-straw, Senin (5/8/2019). Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari 

Sedotan Purun, Produk Lokal yang Ramah Lingkungan

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebagai daerah yang berfokus mengembangkan pariwisata, permasalahan lingkungan menjadi hal yang tak bisa dikesampingkan.

Makanya saat ini pemerintah daerah berupaya menjadikan eco tourism atau ekowisata yang berwawasan lingkungan di Belitung. Satu di antaranya melalui penggunaan sedotan purun yang ramah lingkungan disebut eco-straw.

Sampah plastik menjadi momok yang luar biasa, karena membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun agar bisa terurai sempurna.

Banyaknya masyarakat yang pengguna plastik bahkan membuat Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik kedua di dunia.

Mulai dari plastik pembungkus makanan hingga sedotan banyak terbuat dari bahan plastik.

Sementara itu, di Pulau Belitung terdapat tanaman purun yang biasa tumbuh di bekas kolong penambangan. Tanaman liar yang juga gulma ini memiliki batang berdiameter sekitar dua hingga delapan milimeter.

Sengaja mencari tanaman purun ini membuat tim eco-straw yang terdiri dari lima orang memikirkan manfaat yang bisa didapat dari tanaman tersebut.

Mereka pun memulai perjalanan dari Sijuk sampai ke Membalong buat mencari purun berukuran pas yang bisa diubah menjadi sedotan atau straw.

"Sekitar 7 bulan diriset agar bisa jadi produk yang higienis dan tepat guna," kata seorang anggota tim eco-straw Hartati, Senin (5/8/2019).

Halaman
12
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved