Mengenal 4 Jenis Tanaman Kopi di Indonesia, Ada yang Ringkih dan Sulit Dibudidayakan
Fardho juga menjelaskan, penting untuk kita memiliki pengetahuan tentang jenis tanaman kopi yang diminum
Penulis: Novita |
“Robusta kadar kafeinnya paling tinggi dibanding yang lain,” seru Fardho.
Bentuk biji yang lebih kecil dan bulat dari pada Arabika menjadi ciri dari jenis kopi ini.
Penanamannya pun tidak terlalu sulit tidak perlu medan yang terlalu tinggi.
Secara panen pun lebih cepat daripada Arabika.
“Untuk rasa yang ditimbulkan dari robusta itu cenderung rubbery, pahit dengan rasa seperti gandum. Setelah diminum, kopi jenis ini akan terasa kering di mulut,” kata pemuda umur 28 tahun yang akrab dipanggil Andu ini.
Ia juga menambahkan, kadar gula dalam kopi ini hampir tidak ada jadi, kombinasi seduhan hasil Robusta sangat cocok dinikmati dengan gula tambahan.
“Untuk yang punya asam lambung, saya sangat tidak menyarankan untuk minum robusta karena kadar kafein yang tinggi akan menyebabkan asam lambung naik drastis,” jelas Farhondu.
Robusta yang terkenal di Indonesia adalah Robusta Lampung dan Robusta Temanggung.
3. Liberika
“Biasanya orang-orang tau kopi ada dua Arabika dan Robusta. Padahal ada dua jenis kopi lagi yang memang jarang ada di kedai kopi yaitu Liberika dan Excelsa,” jelas Farhondu.
Ia menjelaskan bahwa Liberika memiliki cita rasa yang mirip Robusta, tapi aroma yang dikeluarkan cenderung smokey atau berbau asap.
“Rasanya kadang seperti tembakau, sangat cocok untuk merokok,” kata Farhondu.
Kadang kafein dalam kopi jenis ini juga paling rendah di antara yang lainnya.
“ Kopi ini memang jarang dijumpai di Indonesia. Demand Liberika yang kurang membuat petani beralih ke Arabika yang cenderung lebih mahal dan high demand,” jelas Farhondu.
Tapi, kopi jenis ini masih dapat kamu temui di daerah Jember, Kepulauan Riau dan Kuala Tungkal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ilustrasi-biji-kopi.jpg)