Berita Belitung

Kelompok Konservasi Batu Bedil Insiatif Jaga Kelestarian Kerang Kima

Kerang kimak termasuk salah satu hewan laut jenis kerang raksasa yang dilindungi di seluruh dunia termasuk Indonesia

Tayang:
posbelitung.co/Dede Suhendar
GM Pelindo II Tanjungpandan Yossianis Marciano menyerahkan bantuan 1000 bibit kerang kima kepada Ketua Kelompok Konservasi Kerang Kima Batu Bedil Sutra, Minggu (1/12/2019). 

Kerang kimak termasuk salah satu hewan laut jenis kerang raksasa yang dilindungi di seluruh dunia termasuk Indonesia

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Berawal dari inisiatif menjaga kelestarian ekosistem Kerang Kima yang mulai sulit dicari. Masyarakat Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung akhirnya membentuk kelompok konservasi.

Kerang kimak termasuk salah satu hewan laut jenis kerang raksasa yang dilindungi di seluruh dunia termasuk Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengaweta dan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Kini kelompok Konservasi Kerang Kima Desa Sungai Padang sedang mengawasi pertumbungan hampir 600 lebih kerang yang tersebar di laut Batu Bedil.

"Mulainya dari tahun 2016 tapi belum ada legalitas, tepat pada tanggal 3 Agustus 2017 mulai ada legalitas dari Dinas Kelautan dan Perikanan," ujar Ketua Kelompok Konservasi Karang Kima Desa Batu Bedil Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung Sutra saat ditemui posbelitung.co, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya kelompok konservasi dibentuk juga dalam rangka menciptakan spot pariwisata baru di daerah Belitung utara.

Wisatawan yang berkunjung ke Pantai Batu Bedil juga bisa melihat kegiatan konservasi langsung dari atas rumah apung yang didirikan di sekitar perairan laut Batu Bedil.

Sutra menambahkan pada dasarnya merawat kerang kima tidak begitu sulit.

Cukup dibersihkan dalam waktu dua hingga tiga hari tanpa harus repot memberikan makan, mengingat sumber makanannya dari planton laut.

Namun ia mengakui butuh biaya tidak sedikit untuk melakukan kegiatan konservasi tersebut. Sebab, mereka harus memindahkan kerang-kerang yang tersebar di lautan ke area konservasi.

Di sisi lain, spesies kerang kima sendiri masih terus diburu nelayan khususnya dari luar Pulau Belitung.

Bahkan menurut Sutra, saat ini habitatnya masih sekitar 20 persen.

"Karena kerang ini juga bisa dikonsumsi jadi agak susah mencegah orang, intinya kesadaran lah. Ada juga nelayan andong dari Pulau Jawa berburu di sini," katanya.

Kelompok konservasi Batu Bedil akhirnya diberikan bantuan oleh PT Pelindo II Tanjungpandan 1000 bibit kerang kima dalam rangka menyambut HUT ke 27 tahun IPC.

Sutra mengatakan bantuan tersebut sangat membantu kegiatan mereka yang terus berupaya menjaga kelestarian biota laut itu.

Sebelumnya, mereka juga diberikan satu unit speed boat dari DKP untuk mendukung pengawasan di perairan perbatasan Belitung dan Beltim.

"Jadi kalau ada nelayan andong itu kami langsung cek perahunya. Kalau mereka mengambil kerang besar kami minta untuk dikonservasi," katanya.

(posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved