Jenderal Iran Qassim Soleimani Dibunuh Lewat Serangan Udara, Ternyata Perintah Presiden AS Trump
Jenderal Iran Qassim Soleimani Dibunuh Lewat Serangan Udara, Ternyata Perintah Presiden AS Trump
Jenderal Iran Qassim Soleimani Dibunuh Lewat Serangan Udara, Ternyata Perintah Presiden AS Trump
POSBELITUNG.CO -- Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Brigade Quds Garda Revolusi Iran tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya diserang oleh pesawat tanpa awak Amerika Serikat, di terminal keberangkatan Bandara Internasional Baghdad, Irak, Kamis (2/1/2020) malam waktu setempat.
Gugurnya Soleimani ini kemudian dikonfirmasi oleh Pentagon pada Kamis malam (2/1/2020).
Adapun Soleimani selama ini dikenal sebagai tokoh kunci politik Iran di luar negeri khususnya kawasan Timur Tengah.
Kematian pria yang dijuluki "Jenderal Bayangan" ini diprediksi memperkeruh ketegangan yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Lantas, siapa sebenarnya sosok Soleimani ini?
• Pengantin Pria ini Ngamuk di Pesta Pernikahannya, Sang Ayah Tak Setuju dan Permalukan Calon Istri
Berikut ini Tribunnews rangkum profil Qassim Soleimani dari berbagai sumber:
Qasem Soleimani atau Ghasem Soleimani merupakan Komandan Pasukan Satuan Elite Garda Revolusi Iran, Qods Force.
Ia kerap dijuluki pasukan bayangan (Shadow Commander) oleh media-media Barat.
Sosoknya diyakini sebagai otak operasi intelijen Iran hampir di semua palagan Timur Tengah.
Mulai Irak, Afghanistan, Lebanon, Suriah, hingga Yaman.
• Simak Peringatan Dini BMKG 4 Januari 2020, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah, Termasuk Babel
Dipandang sebagai Musuh yang Tangguh
Dikutip melalui New York Times, para pejabat Amerika Serikat telah lama mengamati Soleimani.
Menurut mereka, Soleimani merupakan musuh yang tangguh.
Dikabarkan, setelah Amerika melakukan invasi ke Irak pada 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/mayjen-qassem-soleimani.jpg)