Virus Corona Bikin Rupiah Melemah Terhadap Dollar, Saat Ini Mencapai Rp 13.700 Per Dollar
Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 13.705 per dollar AS atau melemah 0,37 persen dibandingkan penutupan Jumat Rp 13.655 per dollar AS
Melansir RTI, pada penutupan perdagangan BEI Jumat, IHSG ditutup pada level 5.940 turun 117 poin atau 1,94 dibandingkan penutupan Kamis 6.076.
Masuknya IHSG ke zona merah tentunya tak lepas dari sentimen eksternal. Laba korporasi perusahan AS masih akan menjadi sentiment pasar.
Berdasarkan data FactSet ada 200 perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan, dan 70 persen di antaranya membukukan keuntungan lebih baik dari perkiraan.
FactSet memperkirakan laba S&P 500 berpeluang turun 2 persen pada kuartal keempat secara year over year. Sedangkan sebagian analis memperkirakan laba emiten pada indeks S&P 500 berpeluang turun 0,8 persen pada kuartal keempat, tetapi analis memperkirakan terjadi kenaikan laba 5,8 persen pada kuartal pertama 2020.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan epidemi virus Korona sebagai darurat global. Namun, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ke China dan menyampaikan China memiliki situasi yang terkendali.
Ini membuat pasar dunia sempat pulih di tengah pekan. Tentunya ini menimbukan optimisme perekonomian China dan global tidak akan terlalu terganggu akibat virus corona.
Di belahan dunia lain langkah penanggulana sudah dilakukan. Misalkan saja di AS dimana Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah memerintahkan karantina semua orang yang dipulangkan dari Tiongkok ke sebuah pangkalan udara di California.
"Pelemahan bursa Wall Street sedikit tertahan juga karena Direktur CDC Robert Redfield menyatakan dampak risiko virus corona terhadap publik AS tergolong rendah," ungkapnya.
Sementara itu, kalangan ekonom dan pelaku pasar memproyeksikan Indeks Manufaktur China periode Februari 2020 akan berada di 40-45 poin atau turun tajam akibat merebaknya wabah virus corona.
Sektor tambang mengalami koreksi di tengah kekhawatiran bahwa China dan pasar raksasa bahan baku akan terhenti jika epidemi memburuk.
Saham-saham maskapai penerbangan juga memperpanjang koreksi karena lebih banyak akibat banyak maskapai melakukan penundaan penerbangan ke China.
Di luar sentimen virus corona, Komite Pasar Terbuka Federal ( FOMC ) memutuskan, The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen The Fed menyatakan faktor penentu kebijakan ini adalah target inflasi dapat kembali ke level 2 persen, indikator lapangan kerja akan tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi masih akan berlangsung moderat.
Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level 5.900 sampai 5.767 dan resistance di level 6.000 sampai 6.152.
Ia mengimbau pelaku pasar bisa tetap tenang dalam menyikapi sentimen ini. "Pelaku pasar harus tetap tenang dan memanfaatkan momentum ini untuk BOW ketika terjadi koreksi," tegasnya. (Kompas.com/Kiki Safitri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Virus Corona Bikin Rupiah Melemah ke Kisaran Rp 13.700 Per Dollar AS dan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Virus Corona Masih Akan Membayangi IHSG Pekan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/saham23.jpg)