Breaking News:

BPS: Hati-hati Penipuan Berkedok Sensus Penduduk

Menurut Romzi, pendataan secara online ini berpeluang dijadikan celah oleh pelaku kejahatan siber dengan memanfaatkan tautan Google Form.

Instagram/@cybercrimepoldajateng
Waspada penipuan mengatasnamakan sensus penduduk online 

POSBELITUNG.CO - Direktur Sistem Informasi Statistik Badan Pusat Statistik ( BPS) Muchammad Romzi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap motif penipuan oknum tak bertanggung jawab.

Imbauan ini disampaikannya menyusul dimulainya Sensus Penduduk 2020.

Sensus penduduk ini dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui online pada 15 Februari-31 Maret 2020.

Menurut Romzi, pendataan secara online ini berpeluang dijadikan celah oleh pelaku kejahatan siber dengan memanfaatkan tautan Google Form.

Dalam tautan tersebut terdapat pertanyaan nama ayah atau ibu kandung.

"Perlu diketahui bahwa sensus penduduk online 2020 hanya menggunakan situs resmi dengan alamat web sensus.bps.go.id," kata Romzi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/02/2020) siang.

Meski mengimbau agar masyarakat waspada, hingga kini BPS belum mendapatkan adanya korban penipuan.

Menurut dia, pertanyaan yang menyangkut nama ibu kandung, sebagian besar digunakan untuk keperluan perbankan atau data kredensial.

"Jangan akses (situs mengatasnamakan sensus penduduk online) selain situs resmi," ujar dia.

Romzi menegaskan, jangan sekali-kali memberikan nama ayah atau ibu kandung kepada pihak tidak dikenal.

Halaman
12
Penulis: tidakada007
Editor: Khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved