Turki Bersumpah Usir Pasukan Suriah Keluar dari Idlib

Turki Bersumpah Usir Pasukan Suriah Keluar dari Idlib, Kami berencana untuk membebaskan pos-pos pengamatan kami

Zein Al Rifai / AFP - File Getty Images
Tentara Turki dan pejuang Suriah yang didukung Turki berkumpul di pinggiran utara kota Manbij di Suriah dekat perbatasan Turki pada Oktober. 

POSBELITUNG.CO -- Negara Turki berencana untuk mendorong pasukan pemerintah Suriah menjauh dari pos pengawasan militernya.

Presiden Recep Tatyyip Erdogan mengatakan, pos tersebut berada di wilayah barat laut Suriah, Idlib.

"Kami berencana untuk membebaskan pos-pos pengamatan kami dari (pasukan pemerintah Suriah) serkitarnya pada akhir bulan ini, dengan satu atau cara lain," kata Erdogan dikutip dari Al Jazeera.

Lebih jauh, Rusia diketahui mengendalikan wilayah udara kawasan tersebut.

Pihaknya juga telah meluncurkan bom kepada pemberontak yang didukung Turki.

Kerusuhan di India, Sudah 32 Orang Tewas, Mohammad Zubair: Kemanusiaan Macam Apa ini?

Serangan itu dilakukan setiap hari selama berbulan-bulan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Dilaporkan, akibat serangan tersebut, ratusan warga sipil dan hampir satu juta orang di tengah musim dingin yang menggigit harus mengungsi.

Diberitakan sebelumnya, tentata Suriah yang didukung oleh militer Turki merebut kota Nairab di Idlib.

"Waktu yang kami berikan kepada meraka yang mengepung menara observasi kami hampir habis," kata Erdogan.

Pada Rabu (5/2/2020) lalu Edorgan mengatakan pasukan al-Assad harus mundur ke barisan belakang pos pengamatan Turki.

Ibunda Ashraf Sinclair Balik ke Malaysia, Lalu Tulis Janji untuk BCL & Noah: Anak Cucu Umi Tersayang

Erdogan juga mengatakan Turki bersikeras membantu warga Suriah yang dipindahkan dari Idlib karena pertempuran hebat.

"Kami tidak akan mengambil langkah terkecil kembali di Idlib, kami pasti akan mendorong rezim di luar perbatasan yang kami tunjuk, dan memastikan kembalinya orang-orang ke rumah mereka," terang Erdogan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat melihat Su-57, jet tempur generasi ke-5 Rusia paling canggih yang ditampilkan dalam pertunjukan udara di 2019 MAKS Air Show, di Bandara Internasional Zhukovsky Moskow, Rusia. (Istimewa)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat melihat Su-57, jet tempur generasi ke-5 Rusia paling canggih yang ditampilkan dalam pertunjukan udara di 2019 MAKS Air Show, di Bandara Internasional Zhukovsky Moskow, Rusia. (Istimewa)

12 Pos Pengamatan di Zona de-eskalasi

Lebih jauh, Turki mendirikan 12 pos pengamatan di sekitar "zona de-eskalasi" di Idlib.

Hal itu berdasarkan perjanjian 2017 dengan Rusia dan Iran.

Kronologi KKB Papua Egianus Kogoya Serang TNI, 1 Brimob Tertembak dan 1 Warga Tewas

Tetapi beberapa sekarang berada di belakang garis depan pemerintah Suriah setelah meluncurkan serangan besar-besaran untuk merebut kubu pemberontak terakhir, tempat bagi lebih dari tiga juta orang.

Sementara itu, Ankara telah mengonfirmasi sebanyak 17 personil keamanan Turki telah tewas.

Erdogan mengatakan Amerika Serikat belum memberikan dukungan kepada Turki di Idlib.

Berdasar laporan koresponden CNN Turk, dia mengatakan perlu berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang masalah ini lagi.

8 sekolah dan taman kanak-kanak sengaja menjadi sasaran hari ini oleh pesawat tempur dan roket (SyriaCivilDef)
8 sekolah dan taman kanak-kanak sengaja menjadi sasaran hari ini oleh pesawat tempur dan roket (SyriaCivilDef)

Situasi Terburuk

Dengan dukungan dari Rusia, pemerintah al-Assad dan pasukan sekutu dalam beberapa pekan terakhir.

Mereka menekan ofensif besar-besaran terhadap benteng terakhir oposisi terhadap pemerintahannya.

Di tengah musim dingin yang mencekam, operasi militer telah menggusur hampir satu juta orang sejak Desember 2019.

Akibatnya, mereka mencari perlindungan di dekat perbatasan Turki.

Serangan-serangan Suriah dan Rusia telah berulang kali menargetkan sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah itu.

8 sekolah dan taman kanak-kanak sengaja menjadi sasaran hari ini oleh pesawat tempur dan roket rezim yang sarat dengan bom curah. 21 orang terbunuh, termasuk para guru. Apakah anak-anak sekolah dan guru ancaman rezim dan Rusia harus menyingkirkan #Syria ?! (Kolase Tribunnews/Twitter SyriaCivilDef)
8 sekolah dan taman kanak-kanak sengaja menjadi sasaran hari ini oleh pesawat tempur dan roket rezim yang sarat dengan bom curah. 21 orang terbunuh, termasuk para guru. Apakah anak-anak sekolah dan guru ancaman rezim dan Rusia harus menyingkirkan #Syria ?! (Kolase Tribunnews/Twitter SyriaCivilDef)

Meskipun ada permintaan dari kelompok-kelompok bantuan dan kekuatan dunia untuk menghormati hukum internasional.

Di Jenewa, Swiss, International Committee of the Red Cross (ICRC) meminta pihak yang bertikai agar memberikan rasa aman bagi warga sipil untuk menghindari serangan itu.

Hal itu mengingatkan bahwa rumah sakit, pasar dan sekolah dilindungi oleh hukum.

"Kami mendesak para pihak untuk mengizinkan warga sipil bergerak ke tempat yang aman, baik di daerah yang mereka kuasai atau melintasi garis depan," kata juru bicara ICRC, Ruth Hetherington.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Turki Bersumpah Mengusir Pasukan Suriah Keluar dari Idlib

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved