Fokus Corona, Jangan Lupakan Demam Berdarah, Sudah 47 Orang di NTT Meninggal karena DBD

Fokus Corona, Jangan Lupakan Demam Berdarah, Sudah 47 Orang di NTT Meninggal karena DBD

Science ABC
Ilustrasi gigitan nyamuk. 

COVID-19 dan DBD sama-sama menyebabkan gejala demam.

Namun, jangan terkecoh dengan demam yang reda secara tiba-tiba, bisa jadi bukan positif corona, malah terjangkit DBD.

Kenali gejala DBD yang ditandai dengan siklus pelana kuda.

Dilansir dari berbagai sumber, siklus tersebut terdiri dari 3 fase berikut ini.

Ilustrasi demam tinggi. (Star2.com)
Ilustrasi demam tinggi. (Star2.com)

1. Fase Demam

Fase demam merupakan fase pertama demam berdarah setelah virus mulai menginfeksi.

Pada demam ini, suhu tubuh dapat mencapai 40 derajat Celcius selama tiga sampai empat hari.

Munculnya demam tinggi pada kasus demam berdarah sering kali disertai dengan muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala.

Pada beberapa kasus lainnya, ditemukan gejala berupa nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, anoreksia, mual dan muntah.

Gejala-gejala inilah yang menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan trombosit.

Selama fase pertama ini, dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih.

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dapat membantu menurunkan demam dan mencegah terjadinya dehidrasi.

2. Fase Kritis

Jika demam turun drastis hingga ke suhu tubuh normal (sekitar 37 derajat Celsius), perlu untuk segera mendapatkan pengobatan.

Fase inilah yang membuat siklus DBD dikenal dengan Siklus Pelana Kuda, di mana demam yang tinggi tiba-tiba turun seperti normal kembali.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved