PM India Minta Maaf atas Kekacauan Setelah Putusan Lockdown, Warganya Berdesakan Pergi dari Kota

Bahkan dilaporkan ada juga warga yang nekat berjalan kaki untuk pulang menuju rumah mereka meski harus berjalan ratusan kilometer.

Tribun-Video/Buyung Haryo
ILUSTRASI Virus Corona 

Mereka harus kehilangan pendapatan harian mereka karena tak ada pemasukan setelah tak ada yang bisa dikerjakan di kota.

Lantaran tak sanggup membayar sewa tempat tinggal, banyak dari mereka meninggalkan kota-kota besar seperti New Delhi.

Kondisi ini malah berpotensi meningkatkan perjalanan para pekerja informal yang akhirnya memilih pulang kampung di tengah imbauan agar warga tetap di dalam rumah.

"Ribuan pekerja perantauan terpaksa meninggalkan rumah kontrakan mereka karena mereka tidak mampu membayar sewa. Penting bagi pemerintah untuk campur tangan dan segera memberi mereka bantuan uang sewa," kata anggota parlemen pemimpin partai oposisi Rahul Gandhi dalam suratnya kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.

Perdana menteri India, Narendra Modi meminta maaf

Perdana Menteri Narendra Modi sendiri meminta maaf ke publik karena ada kekacauan setelah dirinya menetapkan lockdownuntuk jangka waktu tiga minggu demi melawan pandemi corona.

"Saya memohon maaf karena mengambil langkah-langkah ini sehingga menyebabkan kesulitan hidup Anda, terutama para warga miskin. Aku tahu beberapa dari kalian marah kepada saya. Tapi ini keputusan sulit untuk memenangi perang (melawan corona)," kata Modi dalam pidato yang disiarkan radio pemerintah.

Begini Strategi Medis Singapura Atasi Corona, Ternyata Tak Banyak Petugas Medis yang Ikut Terinfeksi

Setelah lockdown, banyak pemerintah negara-negara bagian diIndia yang menutup perbatasannya sehingga banyak transportasi umum berhenti beroperasi.

Aparat keamanan bersiaga di jalan-jalan menghentikan kendaraan pribadi.

Warga India berjalan kaki. (AFP/Money Sharma)
Warga India berjalan kaki. (AFP/Money Sharma)

Simak 5 fakta lockdown di India, belum genap seminggu, kekacauan terjadi.

Diketahui bahwa India melakukan lockdown mulai Selasa 24 Maret 2020 lalu hingga 21 hari ke depan.

Banyak sekali pihak yang terkena imbas dari keputusan lockdowndi India.

Ditutupnya pabrik-pabrik membuat para buruh tak punya cukup uang untuk bertahan hidup.

Hal itu terjadi lantaran upah mereka dibayar secara harian.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved