PM India Minta Maaf atas Kekacauan Setelah Putusan Lockdown, Warganya Berdesakan Pergi dari Kota

Bahkan dilaporkan ada juga warga yang nekat berjalan kaki untuk pulang menuju rumah mereka meski harus berjalan ratusan kilometer.

Tribun-Video/Buyung Haryo
ILUSTRASI Virus Corona 

Beberapa negara bagian seperti Bengala Barat me-lockdown kota-kota besar tetapi tidak di pedesaan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret.

Dampak dari pembatasan transportasi, banyak buruh migran memilih pulang jalan kaki.

Dilansir dari AFP melalui Kompas.com, ribuan orang berjalan jauh pulang ke desanya dengan membawa sedikit uang dan makanan.

Para buruh migran India. (STR/EPA-EFE via Kompas.com)
Para buruh migran India. (STR/EPA-EFE via Kompas.com)

3. Stok APD dan Ventilator Menipis

Dilansir dari Aljazeera melalui Kompas.com, sejumlah rumah sakit di India menyatakan kelangkaan stok masker dan APD.

Ventilator (alat bantu pernapasan) di India juga terbatas.

Ada hampir 100.000 ventilator, tapi sebagian besar dimiliki rumah sakit swasta dan sudah dipakai pasien dengan penyakit kritis.

Pada Jumat (27/3/2020) pemerintah mengatakan akan mengimpor 10.000 ventilator, tapi beberapa laporan menyarankan Indiasebaiknya menyediakan 70.000 ventilator.

4. Permintaan Maaf Perdana Menteri India

Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta maaf atas kebijakan lockdown yang berdampak kepada rakyatnya.

Dalam pernyataan di radio Mann Ki Baat, Modi mengatakan hanya kebijakan ini yang bisa menyelamatkan mereka dari wabah virus corona.

"Masyarakat pasti berpikir saya PM macam apa. Tapi lockdownhanya solusi satu-satunya," kata Modi dikutip dari NDTV Minggu (29/3/2020).

PM India yang menjabat sejak 2014 itu menerangkan saat ini dia tidak punya pilihan lain dalam mencegah penyebaran COVID-19.

"Saya minta maaf karena cara ini memberi kesulitan bagi hidup Anda, terutama bagi rakyat miskin. Saya mengerti jika kalian marah pada saya," ungkap PM India itu.

"Saya percaya kalian akan memaafkan saya. Saya harus mengambil keputusan serius yang membuat Anda tidak nyaman saat ini," tambahnya.

Perdana Menteri India, Narendra Modi. (AFP/Punit Paranjpe)
Perdana Menteri India, Narendra Modi. (AFP/Punit Paranjpe)

5. Pemerintah India Anggarkan Paket Stimulus 22,6 Miliar Dollar AS

Untuk mengatasi kekacauan ini, pemerintah India mengumumkan akan menyuntikkan paket stimulus fiskal sebesar 22,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 362 triliun).

Paket stimulus ini diluncurkan pada Kamis (26/3/2020) atau dua hari setelah PM Narendra Modi mengumumkan lockdown selama 21 hari.

Dana tersebut dialokasikan untuk transfer tunai dan langkah-langkah keamanan pangan.

Selain itu juga untuk bantuan ke jutaan orang miskin yang terdampak lockdown nasional India.

Sebagian dana juga dialokasikan untuk asuransi kesehatan bagi petugas medis di garda depan dalam penanganan virus corona. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akibat Lockdown, Banyak Orang India Tak Sanggup Bayar Kontrakan".

Artikel ini telah tayang di TRIBUNSTYLE.COM dengan judul VIRAL VIDEO Kekacauan Setelah Putusan Lockdown, Warga Berdesakan Pergi dari Kota, PM India: Maaf

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved