Virus Corona di Belitung
Desa Senyubuk Geser 35 Persen Dana Desa Tangani Covid-19
Kepala Desa Senyubuk, Annasrul Hakim menyampaikan 35 Persen Dana Desa (DD) Senyubuk dialihkan untuk Bantuan Tunai Langsung (BTL)
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Desa Senyubuk, Annasrul Hakim menyampaikan 35 Persen Dana Desa (DD) Senyubuk dialihkan untuk Bantuan Tunai Langsung (BTL) Desa bagi warga terdampak Covid-19.
Pria yang akrab disapa Annas itu menuturkan sesuai dengan Permendes Nomor 6 Tahun 2020 sebagai perubahan Permendes No 11 Tahun 2019, tentang pengunaan Dana Desa terkait penanggulangan covid-19 karena telah menjadi becana non alam nasional.
"Kami di desa sesuai dengan surat edaran menteri desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDDT) nomor 8 tahun 2020 tentang desa tanggap Covid-19, dan penegasan padat karya tunai, disurat edaran itu terbagi tiga poin, pertama pecegahan dan penanganan covid-19, kedua padat karya tunai desa (PKTD) dan ketiga Bantuan langsung Tunai (BLT) Dana Desa," ujarnya.
Annas menjabarkan, artinya dari poin ketiga itu jelas, anggaran bersumber dari DD yang disalurkan ke desa-desa dan juga peruntukan dan juknis yang diatur juga pada permendes nomor 6 tahun 2020, bahwa setiap desa yang penerimaan DD-nya Rp 800juta- Rp 900 juta hatus mengakomodir 30 persen dari pendapatan, Sedangkan untuk pendapatan diatas Rp 1 Miliar- Rp 1,2 miliar iharus mengakomodir maksimal 35 persen.
"Dengan adanya pergeseran-pergeseran anggaran ini, karena kami juga diminta cepat untuk melakukan pergesaran anggaran, kami langsung melaksanakan musyawarah desa untuk APBdes. Desa senyubuk pada tahun 2020 mendapatkan kucuran DD dari pusat sekitar Rp 1.251.000.000," ujar Annas.
Menurutnya jelas Desa Senyubuk harus mengalokasikan 35 persen,
Dengan itu desa bersama BPD Senyubuk sepakat memangkas beberapa kegiatan yang dianggap tidak mendesak, dan diprioritaskan pada 2021 akan datang.
"Setelah kami perhitungkan BLT Desa ini per kepala keluarga bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000, bagi yang terdampak covid-19," ujarnya.
Menurutnya pendataan siapa saja yang berhak mendapat BLT Desa, dilakukan melalui kepala dusun dan RT, penerima BLT Desa ini tidak mesti terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Artinya, mereka yang semula bisa bercari, pada saat pandemi covid-19 ini kehilangan mata pencaharian, bisa masuk dalam BLT Desa, seperi nelayan yang harga ikannya turun, petani, dan penambang terdampak," ujarnya.
BLT Desa diakui Annas tidak bisa menanggung semua beban warga terdampak, namun diharapkan bisa meringankan beban selama pandemi ini, karena jumlahnya juga hanya Rp 600 ribu. BTL Desa direncanakan akan diberikan selama tiga bulan, terhitung dari bulan April, Mei dan Juni.
"Ya mudah-mudahan tiga bulan ini bisa covid-19 bisa berakhir, tapi kalau di bulan berikutnya covid-19 ternyata belum juga membaik, otomatis kami menunggu dari pemerintah," ujarnya
Dia menjelaskan DD sebenarnya dikucurkan bertahap, namun yakni 40 persen, 40 persen dan terakhir 20 persen, dengan total keseluruhan sekitar 1,2 miliar 35 persennya sekitar Rp 431 juta.
Sedangkan jumlah KK di Desa Senyubuk ada sebanyak 1391 KK, sedangkan yang dirancanakan mendapatkan BLT Desa, dari jumlah 35 persen, didapat jumlah sekitar 243 KK.
Annas mengatakan saat ini sedang proses pendatan, karena seperti yang diketahui bersama, Bupati Beltim melalui Dinsos dan Pekerja sosial Masyarakat (PSM) di desa-desa juga sudah mendata masyarakat dalam DTKS sekitar 6000 lebih KK.
"Di Desa Senyubuk yang sudah terakomofirmasi di Kabupaten ada sebanyak 300 lebih KK, mereka yang telah terakomodir Kabupaten, otomatis tidak dapat masuk BLT Desa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kepala-desa-seyubuk-annasrul-hakim.jpg)