Virus Corona di Bangka Belitung
Hasil Rapid Test, Satu ASN di Pangkalpinang Terinfeksi Positif Corona, Tim Covid-19 Lacak Keluarga
Kasus positif corona di Pangkalpinang bertambah satu. Pasien positif virus corona ini menambah jumlah kasus menjadi dua orang positif corona
POSBELITUNG.CO-- Kasus positif corona di Pangkalpinang bertambah satu. Pasien positif virus corona ini menambah jumlah kasus menjadi dua orang positif terinfeksi corona di Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung.
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Satker Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan dinyatakan positif terjangkit virus corona, tanpa disertai dengan gejala sakit atau orang tanpa gejala (OTG).
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menyampaikan, pasien tersebut merupakan pria berusia 46 tahun yang tinggal di Kecamatan Pangkalbalam.
Sebelumnya ASN itu, melakukan perjalanan Semarang, Jawa Tengah, pada 10 Maret 2020 lalu dan tiba kembali di Pangkalpinang pada tanggal 15 Maret.
Molen menuturkan, pasien kemudian diperiksa rapid test dan hasilnya menunjukkan reaktif atau positif.
"Setelah rapid testnya positif, kami ambil swab langsung dan dia meskipun tidak memiliki gejala sakit, kami isolasi di diklat provinsi," jelas Molen, Selasa (21/4/2020).
Dia menuturkan, hasil swab pasien tersebut baru keluar 17 hari setelah diperiksa.
• Pemkab Belitung Wajibkan Masyarakat Kenakan Masker di Luar Rumah, Berani Melanggar Ini Sanksinya
Pasien juga sudah melakukan isolasi selama 14 hari dan tidak menunjukkan gejala apapun selama masa karantina tersebut.
Molen mengatakan, Tim Covid-19 juga melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga pasien dan beberapa orang yang sempat kontak dengannya.
"Kami lacak mendalam siapa saja yang kontak dengan pasien. Tim sudah turun untuk memeriksa. Kami harap masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada. Ikuti anjuran pemerintah," kata Molen.
Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, dr Masagus Hakim, menambahkan, tim sudah melacak keluarga dan petugas kesehatan Puskesmas Pangkalbalam yang melakukan rapid test kepada pasien pada tanggal 3 April lalu.
Ada lima orang anggota keluarga pasien dan enam tenaga kesehatan yang sudah diperiksa dan hasilnya negatif.
"Mereka diisolasi di rumah karena negatif hasilnya. Tapi kami kembali lacak rekan kerja pasien yang sempat kontak," kata dr Hakim.
Hakim menyatakan, pasien langsung dikarantina di Diklat Provinsi Bangka Belitung. Dia tidak menjalani isolasi di RSUD Depati Hamzah karena pasien tersebut tidak mengalami gejala sakit yang dicurigai menjurus Covid-19.
"Di rumah sakit khusus untuk pasien dalam pengawasan (PDP) karena mereka menjalani perawatan medis juga. Kalau orang dalam pemantauan (ODP) atau dia termasuk orang tanpa gejala (OTG) seperti pasien ini, bisa dikarantina di diklat provinsi," katanya.
• Begini Penjelasan IDI Terkait Viralnya Bahaya Ambil Uang di ATM Jadi Tempat Penularan Covid-19
Sementara untuk lima anggota keluarga pasien yang sudah diperiksa rapid test, dinyatakan non reaktif atau negatif. Kelima orang tersebut berstatus ODP dan menjalankan isolasi mandiri di rumah.
Hakim menyebut, ODP bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah atau pun jika berkenan dikarantina di diklat provinsi. Namun karena hasil rapid testnya negatif, tidak ada yang dicurigai sehingga dilakukan isolasi mandiri.
"Yang positif itu meski dia OTG bisa dikarantina di rumah, tapi untuk menjaga lingkungan sosial agar ini pun tidak menyebar, jadi dikarantina di diklat. Kalau keluarganya negatif rapid test, cukup di rumah saja, tidak ada yang dicurigai. Tapi tetap petugas kesehatan memantau," imbau Hakim.
Dua Kasus Didapat Dari Luar Daerah
Dua kasus positif corona di Pangkalpinang terdeteksi berada di Kecamatan Pangkalbalam. Melihat kondisi ini, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) menyatakan, untuk memproteksi Pangkalpinang pihaknya sudah melakukan penanganan sesuai protokol Covid-19.
Termasuk melacak siapa saja yang bersinggungan langsung dengan pasien positif pertama pada 15 April lalu.
• Bupati Belitung dan Forkopimda Tinjau Lokasi Area Isolasi Baru untuk Pasien Covid-19 (VIDEO)
Molen mengatakan, tiap kecamatan di Pangkalpinang ini berdampingan dan wilayahnya berdekatan. Tidak bisa jika satu kecamatan dilakukan lockdown saja. Akan tetapi, untuk memutus mata rantai itu harus mematuhi anjuran dari pemerintah dengan menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan rajin cuci tangan.
"Antisipasi di dalam wilayah kita sudah dilakukan. Sudah jauh-jauh hari kita cegah. Saya yakin kalau sudah dilakukan itu, yang di dalam ini bisa kita cegah. Tapi, yang ditakutkan itu orang dari luar ketika datang. Sama seperti dua kasus terjadi ini, dua-duanya punya riwayat dari luar," ungkapMolen.
Dia mengkhawatirkan banyaknya orang berdatangan dari luar Bangka untuk mudik ke kampung halaman ini, dapat menjadi perantara pembawa virus.
• Tips Cara Isolasi dari Virus Corona ala Bupati Belitung, Bermanfaat dan Menghasilkan
Molen mengatakan, pemkot tentu tidak bisa menangani ini jika terus-terus terjadi. Untuk itu, Molen mengimbau masyarakat agar tidak mudik untuk memutus mata rantai penyebatan corona ini.
"Seperti di pelabuhan Muntok kemarin, 50 orang yang pulang ke Pangkalpinang. Kita rapid test, kita jemput. Iya mereka negatif rapidnya, tapi yang ditakutkan itu orang tanpa gejala dan alat rapid kita itu sudah menipis. Seberapa kuat pemerintah bisa bertahan, kalau mata rantai ini tidak diputus. Saya imbau jangan mudik dulu, kasihan keluarga di sini kalau kita sebagai cariernya. Ayo kita jaga wilayah kita sementara ini, sabar-sabar dulu," pungkasnya.
Update Covid-19
Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, dr Masagus Hakim, mengatakan, pihaknya akan mengambil swab ulang pasien positif di Kecamatan Pangkabalam.
Hasil PCR itu akan dikirim ke Palembang, karena menurut dr Hakim, hasilnya cepat diketahui jika diperiksa di laboratorium di wilayah tersebut.
"Memang kita swab pertama, tapi untuk benar-benar memastikan kita butuh swab lagi. Hari ini dikirim, kita nunggu reagen dari Jakarta. Mudah-mudahan bisa cepat," kata dr Hakim, Selasa (21/4/2020).
• Kisah Pencuri Jujur Ngaku Kelaparan, Rumahnya Didatangi Polisi Hanya Ini yang Ada di Rumahnya
Dia mengungkapkan, dengan bertambahnya satu kasus positif, total pasien terjangkit Covid-19 menjadi dua orang dan keduanya merupakan warga Kecamatan Pangkalbalam. Penambahan kasus otomatis membuat bertambahnya jumlah ODP (orang dalam pemantauan) menjadi 228 orang.
Sedangkan PDP (pasien dalam pengawasan) 13 orang, dengan rincian tiga orang telah meninggal dunia saat menjalani perawatan. Hakim menyebut, ada juga yang termasuk OTG (orang tanpa gejala) sebanyak 73 orang.
Pasien Diharapkan Jujur
Bertambahnya kembali satu pasien positif Virus Corona (Covid-19) di Kota Pangkalpinang dibenarkan Ketua Sekretariat Puskodalpos Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa.
Kepada Bangkapos.com, Selasa (21/4/2020) di ruang kerjanya, Mikron menyebut pasien berinisial M tersebut selanjutnya akan dikarantina di Diklat Provinsi Babel,
"Kita membenarkan apa yang disampaikan oleh pak walikota. Jadi memang ada 1 pasien positif bertambah," jelasnya.
• Iuran BPJS Kesehatan Balik Seperti Semula Mulai 1 April 2020, Ini Besarannya
Mikron menuturkan, saat ini tim sedang melakukan tracing terhadap pasien itu. dimulai dari keluarga pasien, hingga siapa saja yang pernah berjumpa dengannya.
Selanjutnya, keluarga dari pasien M akan dilakukan isolasi oleh tim gugus penanganan Covid-19 Babel.
Dirinya juga mengharapkan, pasien bersangkutan dapat memberikan keterangan sejujur-jujurnya tentang riwayat perjalanannya.
"Kita takutkan dia tidak jujur. Kan kemarin sempat ada kabar, karena pasien tidak jujur, tenaga medis ada yang kena," ungkapnya.
• Ini Akibatnya Kalau Pasien Tak Jujur, 21 Tenaga Medis Rumah Sakit Diisolasi Diduga Terpapar Covid-19
Nilai kejujuran itu, dikatakannya, sangat penting demi memutus rantai penyebaran Covid-19, hingga agar tidak membahayakan tenaga medis yang menangani pasien tersebut.
Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat yang sudah berstatus positif Corona agar dapat mengatakan sedetail mungkin terkait riwayatnya dalam periode waktu tertentu hingga ditetapkannya status positif sesuai hasil swab.
"Sudah seharusnya itu dilakukan. Kami sangat meminta, agar pasien positif apa bila sudah ditetapkan, tolong untuk memberikan informasi sebenar-benarnya. Itu agar kita lebih mudah melakukan tracing," tutupnya.
Karantina Diklat Babel Telah Terisi Setengah dari Kapasitas
Hingga Selasa (21/4/2020), gedung Diklat Pemprov Babel yang dijadikan tempat karantina orang terkait Covid-19 telah menampung 31 orang.
Gedung Diklat Karantina Pemprov Babel hanya bisa menampung total 60 orang, dan saat ini setengahnya telah terisi.
Dari kondisi itu Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa meminta agar pihak Pemerintah Kabupaten/Kota segera menyiapkan gedung karantina sendiri guna mengantisipasi bila terjadi lonjakan pasien.
"Yang terkonfirmasi Covid-19 ada 2 orang, sisanya ODP 29 orang, sehingga totalnya saat ini 31 orang berada di Gedung Diklat Karantina,"jelas Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).
• Empat Tenaga Medis RSJ Babel Harus Jalani Isolasi Terkait Pasien Positif Corona, Tunggu Hasil Swab
Mikron mengharapkan pihak Pemerintah di Kabupaten/Kota juga mempersiapkan gedung serupa sehingga tidak semuanya dimasukkan ke Gedung Diklat Babel.
"Total bisa menampung 60 orang, namun jangan sampai terisi full itu untuk kenyamanan yang sedang dikarantina, kita harapkan jangan sampai full, dan kita minta Pemerintah Kabupaten/Kota menyiapkan gedung karantinanya masing-masing agar bisa digunakan nantinya"ujarnya.
Selain itu, Mikron menambahkan pihaknya sedang mengupayakan gedung lainya untuk melaksanakan Karantina seperti asrama haji.
Dia mengharapkan tidak terjadi lonjakan pasien.
(Bangkapos.com/Ira Kurniati/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/corona-ilustrasi.jpg)