Breaking News:

Kisah Guru Honorer & Orangtua Siswa saat Corona, Nekat Jual Barang di Rumah: Mending untuk makan

Sekolah diliburkan dan warga dianjurkan diam di rumah guna menghambat penularan Virus Corona.

Muh Abdiwan/Tribun Timur
Ilustrasi Guru Honorer 

POSBELITUNG.CO -- Sebelum pandemi virus corona atau covid-19, kehidupan ekonomi Andi Priyanto lumayan berkecukupan.

Selain dari pekerjaannya sebagai guru honorer, kebutuhan hidup Andi dan keluarga ditopang dari penghasilannya sebagai pedagang makanan dengan omzet penjualan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per hari.

Namun, pandemi Covid-19 datang dan menghantam keuangan Andi.

Sekolah diliburkan dan warga dianjurkan diam di rumah guna menghambat penularan Virus Corona.

Kondisi itu berpengaruh besar pada omzet penjualannya.

Gunakan Monitor Firefox, Situs untuk Cek Email dan Akun Tokopedia yang Berhasil Diretas

"(Jualan saya) benar-benar nggak laku. Biasanya omzet sehari Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Sekarang buat dapatin Rp50 ribu aja susah banget," ungkap Andi kepada wartawan Yuli Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Andi, yang menjadi guru honorer di SD Negeri 04 Batujajar Kabupaten Bandung Barat, terpaksa menjual barang-barang di rumahnya untuk makan sehari-hari.

"Saya menjual barang-barang yang ada di rumah. Saya menjual TV tabung, handphone punya istri. Saya juga berutang ke teman," kata bapak satu anak ini.

Andi tidak bisa mengandalkan honornya sebagai guru untuk menghidupi keluarga. Karena selain hanya Rp1 juta per bulan, pembayarannya pun sering terlambat tergantung pencairan dana BOS (bantuan operasional sekolah).

Tersendatnya pendapatan juga dirasakan Roswita, seorang guru honorer di sebuah sekolah swasta di Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Halaman
1234
Penulis: tidakada007
Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved