Virus Corona

Ilmuwan Australia Ungkap Alasan Perempuan Lebih Kebal terhadap Virus Corona

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akhirnya merilis kriteria jenis kelamin dalam data kasus positif Virus Corona di Indonesia.

Tayang:
istimewa via Tribunnews.com
Ilustrasi penanganan pasien Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. Profesor Genetika Jenny Graves mengungkapkan alasan perempuan cenderung lebih kebal terhadap Virus Corona (Covid-19) dibandingkan laki-laki. 

Seperti diketahui, di seluruh dunia kasus positif sudah mencapai angka lebih dari 3,7 juta orang dengan angka kematian lebih dari 258 ribu per Rabu (5/5/2020).

Berdasarkan grafik yang dibuat SUTD, secara teoretis pandemi di dunia akan berakhir pada 20 Desember 2020.

Prediksi ilmuwan SUTD tentang akhir pandemi Virus Corona di Indonesia, update Selasa (5/5/2020).
Prediksi ilmuwan SUTD tentang akhir pandemi Virus Corona di Indonesia, update Selasa (5/5/2020). (Capture ddi.sutd.edu.sg)

Sementara itu, di negara Amerika Serikat pandemi diperkirakan akan berakhir pada 10 Oktober 2020.

SUTD mengklaim data tersebut dapat terus berubah setiap harinya sesuai penanganan pandemi di lapangan.

Selain itu, prediksi SUTD juga tidak dipengaruhi kenyataan akibat kebijakan pemerintah.

Data ini dibuat dengan Data-Driven Innovation Lab menggunakan model susceptible-infected-recovered (SIR).

Data dikumpulkan dari seluruh dunia untuk memperkirakan titik puncak dan akhir dari pandemi yang melanda dunia ini. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)

Artikel ini telah tayang di TRIBUNWOW.COM dengan judul Lelaki Lebih Rentan Meninggal karena Corona, Ilmuwan Australia Ungkap Alasan Perempuan Lebih Kebal

Sumber: TribunWow.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved