Selingkuhan Minta Sesuatu Jadi Awal dari Peristiwa Berdarah di Kamar Mama Muda

Masuk ke dalam kamar sang mamah muda dan menyampaikan maksud dan tujuannya. Sayang, keinginannya tidak dituruti dan membuat pelaku marah besar

Tayang:
Editor: Rusmiadi
ndtv.com
Ilustrasi korban pembunuhan 

Sebagai selingkuhan, EW ingin S menceraikan suaminya dan menikah dengannya.

Namun di luar dugaan, EW ternyata mengatakan tidak mau bercerai dengan suaminya yang bekerja di Kalimantan.

Hal itu sontak saja membuat S marah dan kalap.

Karena marah, S lalu memukul EW sebanyak empat kali.

Saat terjadi keributan antara ES dan S, sang balita yang ada di dalam kamar pun terbangun.

Sadar balita itu bangun dan menyaksikan perkelahian, S pun ikut melampiaskan amarahnya.

Balita itu jadi sasaran pemukulan S hingga meninggal dunia.

"Saat itu juga tersangka memukul kepala EW 4 kali menggunakan palu, sampai anaknya terbangun dan menangis. Tersangka lalu memukul kepala anak tersebut beberapa kali hingga tidak bisa bergerak," terang Ali, dalam gelar perkara di Mapolres Temanggung, Kamis (14/5/2020) malam.

Ternyata palu itu sudah disiapkan oleh S sejak berada di tempat kerjanya.

Palu itulah yang digunakan untuk memukul balita tersebut hingga tewas dan membuat EW dirawat di rumah sakit.

"Korban EW dirawat di RST dr Soedjono Kota Magelang belum sadarkan diri karena luka parah di kepala. Sedangkan anaknya (NMA) meninggal dunia," imbuh Ali, didampingi Kasat Reskrim AKP M Alfan, Kapolsek Kaloran, AKP Rinto Sutopo dan Kasubag Humas, AKP Henny Widiyanti Lestariningsih.

Setelah melihat EW dan NMA berlumurah darah, S pun langsung kabur dari rumah melalui pintu samping.

Sang nenek yang pulang dari masjid pun kaget melihat kedua korban tergeletak bersimbah darah.

Nenek tersebut kemudian meminta tolong warga hingga polisi akhirnya datang.

Kapolsek Kaloran AKP Rinto Sutopo mengatakan bahwa pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah perkebunan di Desa Tleter kurang dari 24 jam.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved