Amerika Serikat Janji Bagikan Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia

Kabar baik, Amerika Serikat atau AS menyatakan, jika negara mereka yang pertama mengembangkan vaksin Virus Corona...

scmp
ILUSTRASI - Vaksin Corona di China 

Direktur penyakit menular di Badan Kesehatan Amerika Serikat tersebut juga menyinggung proyeksi sebelumnya akan dibutuhkan setidaknya satu tahun hingga 18 bulan sebelum vaksin siap tampaknya tidak akurat.

Kecepatan proses pembuatan vaksin tersebut, imbuhnya dilakukan lantaran percobaan yang dilakukan berjalan amat cepat.

"Percobaan dan pengembangan yang dilakukan Institut Kesehatan Nasional berjalan sangat cepat," ucap Anthony Fauci.

Sebelum mengembangkan vaksin, pada Januari lalu telah tersusun urutan atau rencana apa saja yang akan dilakukan dalam pengembangan vaksin.

"Pada 10 Januari urutannya sudah diketahui. Pada 11 Januari, Pusat Penelitian Vaksin AS bertemu dan mengembangkan sebuah rencana. Pada 14 Januari, kami secara resmi memulai pengembangan vaksin. 62 hari kemudian, kami sekarang dalam uji klinis fase satu dengan dua dosis sudah terdaftar penuh. Fase satu akan langsung masuk ke fase dua, tiga di akhir musim semi dan awal musim panas. Dan jika kita berhasil, kita berharap untuk mengetahui hasilnya di akhir musim gugur, dan awal musim dingin," kata Anthony Fauci.

Kendati diproyeksi akan tersedia di akhir musim gugur nanti, Anthony Fauci tidak menjamin bahwa kedelapan kandidat vaksin tersebut semuanya akan berhasil.

"Kami memiliki banyak kandidat yang diharapkan memiliki banyak keberhasilan. Dengan kata lain, ini adalah beberapa 'tembakan ke gawang'. Ini akan menjadi penting, karena ini akan baik untuk ketersediaan global, jika kita memiliki lebih dari satu kandidat yang berhasil," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintahan Donald Trump sedang berusaha mempercepat pengembangan dan produksi vaksin untuk Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya terdapat 7 atau 8 kandidat vaksin potensial yang diproyeksikan untuk mengatasi Virus Corona.

Anggapan itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Kami memiliki kandidat yang baik sekarang. Yang teratas sekitar tujuh, delapan. Tetapi kami memiliki lebih dari seratus kandidat," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus dilansir Associated Press, Selasa (12/5/2020).

"Kami fokus pada beberapa kandidat yang kami miliki yang dapat membawa hasil yang mungkin lebih baik dan mempercepat kandidat tersebut dengan potensi yang lebih baik," katanya.

Sejak Januari lalu, WHO telah bekerja dengan ribuan peneliti di seluruh dunia untuk mempercepat dan melacak pengembangan vaksin.

Mulai dari pengembangan model hewan hingga desain uji klinis dan segala sesuatu di antaranya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved