Pengalaman Astronaut Arab Saudi Puasa Ramadan di Ruang Angkasa, Khatam Al-Qur'an Selama Enam Hari

Pangeran Sultan melanjutkan, para dokter di NASA mengamati efek puasa pada kesehatannya.

Bobo.grid.id
Ilustrasi astronaut 

POSBELITUNG.CO - Puasa saat bulan Ramadan menjadi ibadah yang wajib dijalani umat Muslim.

Lalu bagaimana dengan astronaut yang sedang berada di ruang angkasa?

Apakah ia tetap berpuasa?

Astronaut yang sedang bertugas di ruang angkasa tetap harus berpuasa.

Hal ini pernah dialami oleh Pangeran Sultan ibn Salman, astronaut Muslim pertama berkebangsaan Arab Saudi.

Pada 1984, Pangeran Sultan bergabung dengan Space Shuttle Discovery, program pesawat ulang-alik Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA).

Kebetulan, program ini dilakukan saat Ramadan, tepatnya pada 30 Agustus hingga 5 September.

Sebelum diberangkatkan ke ruang angkasa, Pangeran Sultan diwajibkan mengikuti pelatihan di Space Center Houston, Florida, Amerika Serikat (AS).

"Selama bulan suci Ramadan yang jatuh di musim panas tahun itu, saya menjalani pelatihan khusus di Space Center di Houston," kata Pangeran Sultan, dikutip dari Arab News.

"Saya mengalami panas dan haus hebat selama hari-hari pelatihan di sana ketika malam tidak melebihi enam jam," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: Novita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved